26.6 C
Indonesia
18/08/2019
Home ยป BNN Gerebek Pabrik Ekstasi di Medan
Kriminal Olahraga PERISTIWA Sumut

BNN Gerebek Pabrik Ekstasi di Medan

hosting indonesia

IDNNews.id, Medan – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim Polda Sumut menggerebek di sebuah rumah di Jalan Pukat VIII, Medan Tembung, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (24/1) malam.

Dalam penggerebekan itu, BNN berhasil mengamankan barang bukti 400 ekstasi siap edar, mesin, dan alat pembuat ekstasi yang mampu memproduksi 1.000 butir ekstasi per hari.

Baca juga : Simpan Narkoba di Sandal dan Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air jadi Tersangka

BNN juga berhasil meringkus dua pelaku yakni Gun dan IKS. Keduanya diduga merupakan pembuat dan pemesan ekstasi, “Kita lakukan penggerebekan dan menemukan barang bukti alat cetak narkotika jenis ekstasi dan bahan pembuatannya dari dalam rumah” kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari di lokasi.

Baca juga : Penemuan Gudang Narkotika di Laboratorium Sekolah, Disdik Perketat Pengawasan

Saat mencari bahan ekstasi, kata Arman, BNN sempat kesulitan karena tersangka menyembunyikannya di dalam bumbu dapur. “Tadi kita juga kesulitan mencari barang bukti karena diletakkan dalam bumbu dapur serta tempatnya berantakan. Kita menggunakan anjing pelacak untuk menemukan barang bukti,” ucapnya.

Foto : Istimewa

Arman menyebut, secara sepintas, ekstasi yang dihasilkan di pabrik rumahan tersebut menggunakan bahan yang diimpor dari luar negeri. Pabrik tersebut, kata Arnam, hanya memproduksi ekstasi sesuai pesanan.

“Paling tidak ada 4 bahan dari luar negeri seperti prekursor. Ini akan kita telusuri,” ucapnya, seperti dilansir kumparan.

Baca juga : Seorang Wanita Diciduk karena Tasnya Berisi Narkoba Tertinggal di KRL

Dalam aksinya, pelaku juga lihai berkamuflase untuk menghindari kecurigaan polisi. Mereka mengelabui petugas dengan menempatkan industri barang haramnya di pemukiman padat penduduk, sehingga tidak ada yang mencurigai.

Begitu pula pihak keluarga pelaku juga terkesan menutup-nutupi. “BNN juga akan membawa anggota keluarga ke BNN Provinsi Sumut untuk menjalani pemeriksaan. Nanti akan kita lihat. Kalau mereka memang tahu, artinya mereka juga terlibat,” tutupnya. (*)

Berita Terkait