25.7 C
Indonesia
24/08/2019
Home » Dampak Bagasi Berbayar dan Harga Tiket Mahal, Insan Pariwisata Kepri Gelar Aksi Keprihatinan
Batam DPRD Kepri Ekonomi Headline kepri PERISTIWA Regional

Dampak Bagasi Berbayar dan Harga Tiket Mahal, Insan Pariwisata Kepri Gelar Aksi Keprihatinan

IDNNews.id, Batam – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam 12 aliansi Pariwisata di Provinsi Kepri melakukan aksi Pawai Keprihatinan Pariwisata dengan mengusung hastag #BatamUntukIndonesia, di DPRD Kota Batam, Batam Center, Senin (11/2/2019) pagi.

Aksi yang dilandasi naiknya harga tiket dan bagasi berbayar berdasarkan kebijakan Pemerintah tersebut, sedikit banyak mengganggu dunia pariwisata dan hunian hotel yang ada di Kepri. Mengingat, saat ini pemerintah tengah sedang berusaha menarik wisatawan baik mancanegara maupun nusantara untuk datang ke Batam dengan menggelar berbagai even menarik.

“Kami meminta agar Pemerintah meninjau ulang kebijakan bagasi berbayar dan harga tiket yang tinggi. Mengingat hal ini sangat mempengaruhi dunia pariwisata di Batam, khususnya Provinsi Kepri,” teriak salah seorang orator menggunakan pengeras suara.

Baca juga : Kadis Pariwisata Kepri: Imbas Bagasi Berbayar Akan Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Nusantara

Dimana Wisatawan dalam negeri banyak membatalkan perjalanan wisata ke dalam negerinya dan memilih bepergian melalui Luar Negeri. Dan hal ini berakibat sepinya pengunjung tempat rekreasi, akomodasi, transportasi, restoran dan toko oleh-oleh dan souvenir. 

Hal senada juga diungkapkan orator lainnya yang mengatakan apa yang mereka lakukan secara bersama-sama tersebut, sebagai bentuk menyuarakan aspirasi insan pariwisata yang sangat terpuruk oleh adanya kebijakan tersebut.


Ratusan masyarakat yang tergabung dalam 12 aliansi Pariwisata di Provinsi Kepri melakukan aksi Pawai Keprihatinan Pariwisata ( Foto : IDNNews.id/iman suryanto )

“Imbas dari kenaikan harga tiket maskapai dan bagasi berbayar ini, memberikan dampak negatif untuk tingkat hunian hotel, pedagang oleh-oleh hingga travel agent. Rata-rata mereka mengeluhkan sepinya konsumen. Dan aksi ini, menjadi patokan bagi temen-teman di pariwisata di seluruh Indonesia,” jelasnya. 

Untuk itu, mereka membacakan beberapa butir petisi yang berisikan ‘Menolak kebijakan kenaikan tarif maskapai dan bagasi berbayar’ dan ‘Meminta agar pemerintah melakukan intervensi terhadap kebijakan tersebut untuk kemajuan industri pariwisata’.

Baca juga : Siapkan SDM Kepariwisataan, Metropolitan Golden Management Lakukan MoU dengan SMKN 3

Sementara itu, sejumlah Anggota DPRD Batam yang menerima aksi damai tersebut mengaku sangat mendukung tindakan yang dilakukan oleh insan pariwista tersebut. Dimana hal tersebut sebagai bentuk mendukung kemajuan Kota Batam.

“Kami dari komisi II sangat mendukung aksi penolakan bagasi berbayar dan mahalnya harga tiket yang diterapkan oleh maskapai. Intinya, saya pribadi mendukung perjuangan aspirasi insan pariwisata di Batam dan Kepri ini,” kata Ucok Tambusai, anggota Komisi II saat menemui pengunjuk rasa.


Imbas dari kenaikan harga tiket maskapai dan bagasi berbayar ini, memberikan dampak negatif untuk tingkat hunian hotel, pedagang oleh-oleh
( Foto : IDNNews.id/iman suryanto )

Sementara itu, Uba Ingan Sigalingging menyoroti dampak negatif yang sangat dirasakan UMKM oleh-oleh dari penerapan kebijakan tersebut.

“Pembatasan bagasi ini sangat memberikan dampak bagi dunia pariwisata, khususnya bagi bisnis oleh-oleh. Dan ini merupakan keprihatinan kita bersama. Saya berharap shopping tourism jangan sampai terganggu kedepannya. Kita akan bantu perjuangkan untuk menyampaikan hal ini ke Pemerintah,” jelasnya. 

Baca juga : Pelaku Pariwisata Kepri Keluhkan Limbah Minyak di Perairan

Selain itu, Ketua DPRD Batam Nuryanto mengaku apa yang disampaikan oleh para insan pariwisata ini merupakan hal yang sudah tepat dan benar, serta menjadi keprihatinan bersama.

“Akan kita tindaklanjuti atas nama seluruh masyarakat kota Batam. Intinya, kita seiiring dan senafas, dengan apa yang dirasakan oleh insan pariwisata. Dan akan kita rekomendasikan ke pemerintah pusat melalui Gubernur.  Dan mudah-mudahan aspirasi ini bisa menjadi pertimbangan oleh pemerintah pusat,” jelasnya. (Iman Suryanto)

DomaiNesia

Berita Terkait