28.6 C
Indonesia
April 21, 2019
Home » Blog » Dampak Penerapan CEISA, Pendapatan PT Pos Indonesia Batam Center Menurun
Ekonomi Featured Headline kepri

Dampak Penerapan CEISA, Pendapatan PT Pos Indonesia Batam Center Menurun

IDNNews.id, Batam – Penghapusan bagasi gratis bagi penumpang oleh maskapai, serta naiknya biaya kargo membuat sejumlah pedagang online mengeluh. Hal ini pun membuat bisnis yang mereka rintis mulai mengalami penurunan pesanan yang disebabkan lamanya waktu pengiriman barang yang dipesan yang disebabkan adanya pengecekan barang sebelum dikirim.

Dan hal ini sudah mulai dirasakan oleh para pedagang online sejak beberapa bulan terakhir, dimana Bea dan Cukai menerapkan Sistem aplikasi Customs and Excise Information System (CEISA) pada Februari 2019 lalu. Dimana CEISA ini sendiri adalah, Sistem aplikasi pengiriman barang yang ditujukan untuk barang kiriman yang dititipkan melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT).

BACA: Dampak Bagasi Berbayar dan Harga Tiket Mahal, Insan Pariwisata Kepri Gelar Aksi Keprihatinan

“Dengan adanya penerapan sistem ini, sedikit banyak mempengaruhi lonjakan barang yang masuk ke Kantor Pos Indonesia cabang Batam Center. Dimana biasanya jumlah barang kiriman yang melalui kami mencapai 15 ton perhari (waktu kerja), kini sedikit menurun menjadi 10 ton,” jelas Muhammad Taufik, Muhammad Taufik, Manager Penjualan Kantor Pos Indonesia Batam sat ditemui IDNNews.id, Senin (11/2/2019). 

Namun, tambahnya, penerapan ini juga mempengaruhi dan menyebabkan tumpukan barang yang akan keluar Batam melalui Kantor Pos Indonesia cabang Batam Center. Dimana barang yang akan keluar, harus melalui pengecekan secara teliti oleh petugas Bea dan Cukai Batam guna menghindari adanya pengiriman barang yang memiliki nilai lebih dari US $ 75.

“Semuanya dicek secara teliti, barang yang lebih dari US $ 75 akan dikenai pajak,” jelasnya.

Taufik, panggilan akrabnya, juga mengatakan tumpukan barang di awal bulan Ferbruari terbilang sangat banyak. “Yang terlihat jelas itu pada tanggal 1 hingga 6 Februari dimana tumpukan barang yang akan dikirim ke luar Batam dan tertunda mencapai 20 ribu item. Normalnya hanya 3.000 hingga 4.000 item,” terangnya.

BACA: Surat Suara Pemilu 2019 Tiba di Karimun

Selain itu, proses pendistribusian pengiriman barang setelah dilakukan pengecekan juga menjadi lebih panjang. Dimana normalnya 3-4 hari telah sampai di tangan pemesan, namun kini bisa mencapai 8 hari. “Khususnya pengiriman barang ke wilayah Indonesia Timur menjadi lebih lama dibandingkan di Sumatera dan Pulau Jawa. Seperti di Sulawesi, Kalimantan, Papua hingga Ambon. Hal ini bisa dilihat dari tumpukan barangnya,” tambahnya.

Ketika disinggung apakah hal tersebut mempengaruhi omzet PT Pos Indonesia Batam Center, Muhammad Taufik tak menampiknya. Bahkan ia merinci, penurunan pendapatan dari hal tersebut mencapai 20-25 persen dari pendapatan sehari-harinya mencapai Rp350 juta per hari. “Dampak penurunan pendapatannya cukup signifikan juga,” jelasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai (BC) Batam terus melakukan beragam inovasi untuk memudahkan semuanya. Salah satu di antaranya melalui Sistem aplikasi Customs and Excise Information System (CEISA).

BACA: Penurunan Kunjungan Wisatawan dari Naiknya Harga Tiket Jadi Topik Utama Pembahasan di Rakernas PHRI

Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea Cukai Batam, Sumarna saat dihubungi IDNNews.id menuturkan bahwa aplikasi CEISA ini adalah Sistem aplikasi pengiriman barang yang ditujukan untuk barang kiriman yang dititipkan melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT).

“Dengan adanya aplikasi sistem ini, memudahkan petugas BC dalam melakukan penelitian dokumen atas barang kiriman, pemeriksaan barang kiriman serta mempercepat arus layanan kepabeanan atas barang kiriman,” Jelas Sumarna.

Mandatory Sistem barang kiriman melalui PJT ini, tambahnya, telah lama disiapkan BC Batam. Dan terhitung 1 Februari 2019, KPU BC Batam mengiplementasikan Sistem CEISA ini.

Untuk itu, sebanyak 26 Perusahaan Jasa Titipan yang ada di Kota Batam seperti PT.Pos Indonesia, TiKi, JNE hingga JNT telah diberikan edukasi dan sosialisasi, sebelum sistem ini diimplementasikannya.

Namun demikian, implementasi sistem CEISA PJT secara mandatory masih terdapat beberapa kendala. Hal ini terbukti dari masih terdapat dokumen yang belum terkirim.

BACA: Kadis Pariwisata Kepri: Imbas Bagasi Berbayar Akan Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Nusantara

“Ini disebabkan sistem labeling dari PJT yang belum memenuhi syarat. Serta adanya kesalahan format dalam mengirim data ke sistem aplikasi CEISA PJT,” jelasnya lagi.

Dan dampak dari hal ini, masih tetdapat barang kiriman yang belum bisa dikirim ke berbagai tujuan dan mengalami penundaan, meski secara jumlah tidak signifikan.

“Kepada masyarakat dan pelaku usaha, kami sampaikan permintaan maaf atas kondisi ini. Kami akan terus berupaya menyempurnakan sistem ini. Sehingga bisa betul-betul optimal dalam mensupport kebutuhan akan kecepatan pengiriman barang oleh PJT,” tutup Sumarna.

Sebagaimana diketahui, selain sistem CEISA. BEa dan Cukai Batam juga memiliki beberapa sistem aplikasi pelayanan kepabeanan yang telah dikembangkan. (Iman Suryanto)

hosting indonesia

Berita Pilihan

Leave a Reply

%d bloggers like this: