26.1 C
Indonesia
July 22, 2019
Home » Blog » Dapat Keluhan Pemadaman Listrik, Komisi III DPRD Kepri Sidak bright PLN Batam
bright PLN Batam DPRD Kepri Featured kepri

Dapat Keluhan Pemadaman Listrik, Komisi III DPRD Kepri Sidak bright PLN Batam

hosting indonesia

IDNNews.id, Batam – Padammnya aliran listrik secara bergiliran di sejumlah lokasi di Kota Batam, menjadi perhatian tersendir bagi Komisi III DPRD Provinsi Kepri. Untuk itu, Komisi III yang diketuai oleh Widiastadi Nugroho menggelar rapat dengar pendapat dengan bright PLN Batam. Dalam pertemuan tersebut, para wakil rakyat tersebut menyampaikan berbagai keluhan masyarakat akan terjadinya hal tersebut.

“Kami selaku wakil rakyat meminta kepada bright PLN Batam agar mau terbuka kepada kami, apa yang menjadi persoalan sehingga listrik di Batam kerap padam,” kata Widiastadi.

Selain itu, Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta jika memang ada persoalan yang menyebabkan listrik padam, harus segera diselesaikan. Widiastadi juga meminta kepada managemen bright PLN Batam agar fokus menjaga kualitas aliran listrik khususnya menjelang dilaksanakannya pemungutan suara 17 April mendatang.

“Persoalan pemadaman listrik ini harus diantisipasi ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah melakukan perhitungan suara. Karena mereka menggunakan komputer dalam proses perhitungan suaranya. Kalau sempat listrik padam perhitungannya bisa kacau,” ungkap pria yang kerap disapa Mas Iik ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Surya Makmur Nasution menyampaikan agar bright PLN Batam mau terus terang dan terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik tersebut.

Ia mengungkapkan dari beberapa keluhan masyarakat yang ia tampung, rata-rata pemadaman terjadi antara 30 menit hingga tiga jam.

“Jika memang kurang pasokan energinya silahkan disampaikan, nanti kita cari solusinya bersama,” kata Surya Makmur.

Selain itu, ia juga meminta kepada pihak bright PLN Batam agar dapat memprioritaskan pasokan listrik untuk keperluan Pemilu serentak nanti seperti di kantor KPU, Bawaslu serta PPK di kecamatan-kecamatan agar proses rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan dengan komputerisasi bisa berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Anggota Komisi III Irwansyah juga mengatakan pihak Bright PLN Batam seharusnya bisa mengirimkan surat pemberitahuan sebelum dilaksanakannya pemadaman.

“Hal ini agar kami sebagai wakil rakyat khususnya komisi III yang membidangi kelistrikan bisa menjelaskan jika terjadi pemadaman, apa penyebabnya, sampai berapa lama pemadamannya dan lain-lain,” ujar Irwansyah.

Sampai hari ini, menurut Irwansyah pihaknya mengetahui adanya pemadaman listrik setelah adanya keluhan dari masyarakat dan pemberitaan di media.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan bright PLN Batam. “Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan pemadaman listrik ini,” kata Dadan.

Ia menjelaskan dari sisi perencanaan bright PLN Batam memiliki daya yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Batam, Bintan dan Tanjungpinang.

“Namun ada beberapa kendala yakni kerusakan mesin di beberapa pembangkit kami jadi mau tidak mau kami harus melakukan pemadaman bergilir,” jelasnya.

Secara detail ia juga membeberkan sejumlah kerusakan tersebut yakni kerusakan di PLTGU Uncang dan PLTMG DEB Panaran yang mengakibatkan tidak bisa optimal menghasilkan daya listrik. “Dari dua pembangkit tersebut saat ini hanya menghasilkan daya setengah dari kemampuan disaat normal yakni 60 MW di Uncang dan DEB Panaran hanya 40 MW,” terang Dadan.

Selain kerusakan di kedua pembangkit tersebut, PLTU Kasam saat ini hanya mampu menghasilkan daya sebesar 100 MW yang pada saat normal mampu menghasilkan daya hingga 120 MW.

“Untuk Kasam memang ada kendala satu mesin trip atau tidak beroperasi,” ungkapnya.

Dari beberapa kendala di pembangkit tersebut saat ini Bright PLN Batam hanya mampu menghasilkan daya total 454 MW sedangkan kebutuhan pada beban puncak mencapai 465 MW.

Namun pihak Bright PLN Batam, dijelaskan oleh Dadan sudah mengantisipasi terkait dengan pelaksanaan pemilu 17 April mendatang. “Kami telah memasang genset di KPU, Bawaslu dan PPK di 11 kecamatan untuk mengantisiapsi jika terjadi pemadaman mendadak,” tambah Dadan.

Selain rapat dengan Bright PLN Batam, Komisi III juga meninjau sejumlah pembangkit yang mengalami kerusakan yakni di PLTGU Uncang dan PLTMG DEB Panaran. Hadir dalam peninjaun tersebut semua anggota Komisi III.(Iman/*)

Berita Terkait