22.4 C
Indonesia
March 26, 2019
Home » Blog » FKUB Kepri Mengutuk Penembakan di Selandia Baru. Chabulllah: Warga Batam Jangan Terprovokasi
Featured Headline Internasional

FKUB Kepri Mengutuk Penembakan di Selandia Baru. Chabulllah: Warga Batam Jangan Terprovokasi

IDNNews.id, Batam – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kepulauan Riau mengimbau agar warga tidak terprovokasi kasus penembakan massal di dua masjid di Selandia Baru.

“Kita lebih takut dengan doktrin balas dendam, itu tidak boleh,” kata Wakil Ketua FKUB Kepri, Chabulllah Wibisono sebagaimana dilansir Antara.

FKUB pun meminta pemuka agama untuk terus mendampingi umatnya, untuk menghindari tindakan brutal kepada siapa pun. Pemuka agama diminta untuk mengingatkan kembali agar umatnya tidak menebar kebencian.

Menurutnya kejadian di Selandia Baru, bisa saja menimbulkan kebencian satu sama lain, bagi mereka yang berpikiran pendek. Karenanya masyarakat harus terus diingatkan untuk saling menghormati satu sama lain.

“Yang berbahaya itu adalah yang berpikiran pendek. Bagi orang yang berpikiran pendek, ini bisa mengganggunya,” kata pria yang juga menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kepri.

FKUB, kata dia, mengutuk kejadian penembakan brutal. Kejadian itu mengancam ketidakrukunan antarumat yang selama ini sudah terjaga dengan baik.

Dalam agama Islam, kata dia, membunuh orang yang tidak berdosa sama dengan membunuh seluruh umat manusia.

Tidak hanya Islam, ia mengatakan tindakan membunuh melanggar ajaran kitab suci mana pun. “Dalam Islam, balas dendam tidak boleh,” kata dia.

Selanjutnya, kata dia, FKUB akan memanggil pemuka agama untuk mengambil langkah antisipatif, demi menjaga kerukunan umat beragama di sana.

“Sebenarnya di Indonesia tidak ada gejala ke arah sana. Tapi menjelang pemilu, kita semua harus waspada, takut kasus ini ditungangi politik,” kata dia. (*)

hosting indonesia

Berita Pilihan

1 comment

Kebakaran Lahan di Pasar Melayu Batu Aji - IDNNews March 18, 2019 at 1:59 pm

[…] FKUB Kepri Mengutuk Penembakan di Selandia Baru. Chabulllah:… […]

Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: