26.6 C
Indonesia
18/08/2019
Home ยป Jaga Ketersedian dan Kualitas Air di Waduk, BP Batam Bakal Libatkan Marinir
ATB BP Batam Ekonomi Featured Headline kepri nasional PERISTIWA

Jaga Ketersedian dan Kualitas Air di Waduk, BP Batam Bakal Libatkan Marinir

hosting indonesia

IDNNews.id, Batam – Terganggunya kawasan resapan air atau Catchment area di sekitar waduk-waduk yang ada di Batam oleh adanya aktivitas memancing hingga ladang danpenggalian tanah, membuat Badan Pengusahaan (BP) Batam mewacanakan tindakan tegas yang akan membuat hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

Salah satunya adalah, dalam waktu dekat BP Batam akan menggandeng kesatuan Marinir dari TNI AL untuk mengawasi dan menertibkan aksi-aksi ilegal yang ada dikawasan waduk.

“Saya juga telah melakukan pembicaraan dengen pimpinan tertinggi dari Marinir (TNI AL) untuk bersama-sama Ditpam BP Batam dalam membantu pengawasan di Catchment area di sekitar waduk-waduk yang ada di Batam serta di pelabuhan-pelabuhan,” jelas Kepala BP Batam Edy Putra Irawady saat dihubungi IDNNews.id, Senin (17/6/2019) siang.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady

Pengawasan dan penertiban di kawasan tersebut dari aksi-aksi ilegal, tambahnya, merupakan hal yang sangat penting mengingat itu semua adalah objek vital bagi BP Batam.

“Pengasawan itu semua (Waduk dan Pelabuhan,red) sangat penting. Karena itu semua objek vital bagi kami (BP Batam). Pelabuhan dan waduk harus steril. Dalam waktu dekat akan kita lakukan MoU,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah waduk yang ada di Batam saat ini sudah dimanfaatkan oleh oknum warga di Batam untuk melakukan aksi penambangan pasir darat, pemancingan ilegal hingga adanya kerambah ikan diatasnya.

Dan hal ini bisa dilihat dari pengalaman Waduk Baloi, yang menjadi contoh negatif dari kurang terjaga dan terawatnya wilayah resapan air disekitar Waduk yang ada di Batam.

Selain itu, sejumlah waduk juga mulai terkontaminasi oleh adanya aktivitas alih fungsi lahan yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas air baku yang tersedia.

ATB_Waduk Sei Harapan

Gangguan air dalam waduk juga dipengaruhi oleh banyaknya tumbuhan eceng gondok. Ketahanan waduk juga didukung oleh berfungsinya daerah tangkapan air (Catchment Area).

Apabila daerah resapan air dirusak, tentunya tidak akan berfungsi maksimal dalam menyerap air hujan. Sementara pohon-pohon dilokasi tangkapan air sudah mulai dirusak, bahkan tidak sedikit perumahan-perumahan liar muncul di area resapan air.

Dan pembagi wilayah waduk dalam beberapa zona, dimana genangan waduk merupakan zona inti. Sedangkan Radius 500 meter dari genangan tersebut adalah zona penyangga atau buffer dan sampai ke batas hutan adalan zona transisi. Sehingga tidak boleh ada kegiatan masyarakat apapun di seluruh zona tersebut. (Iman Suryanto)

Berita Terkait