26.1 C
Indonesia
July 22, 2019
Home » Blog » Jelang Konsesi Berakhir. BP Batam Hitung Asset, ATB Tetap Layani Warga Batam
ATB BP Batam Ekonomi Featured Headline kepri

Jelang Konsesi Berakhir. BP Batam Hitung Asset, ATB Tetap Layani Warga Batam

hosting indonesia

IDNNews.id, Batam – Menjelang berakhirnya konsesi pengolahan air di Batam yang dilakukan oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) pada November 2020 mendatang, Badan Pengusahaan (BP) Batam masih terus melakukan penghitung asset yang dimiliki oleh ATB.

Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan pada Oktober 2018 silam mengatakan penghitungan asset tersebut dilakukan menjelang berakhirnya konsesi ATB. Dan pada awal 2019 pihaknya sudah mulai melakukan penghitungan.

Selain Instalasi Pengolahan Air (IPA), asset yang dimiliki oleh ATB terbilang cukup banyak. “Semuanya kita perhitungkan dan akan dilakukan oleh akuntan aprisal. Dugaan sementara assetnya (ATB) mencapai Rp1 Triliun, tapi akan kita cek dan hitung semuanya,” jelasnya.

BACA: Jelang Konsesi Berakhir, ATB: Kami Optimis Mampu Bersaing

SCADA ATB

Setelah penghitungan nilai aset selesai, tambahnya, aset tersebut akan dikembalikan lagi ke pemerintah.

“Seperti orang sewa rumahlah. Dikembalikan, tapi rumah tetap dalam kondisi baik. Setelah itu kita tender lagi,” kata Binsar.

Dan tercatat, sekitar puluhan perusahaan asing dan domestik yang sudah menyatakan ketertarikannya untuk mengelola air di Batam. Satu di antaranya Manila Water Company (MWC).

Bahkan perusahaan ini secara terang-terangan telah menyatakan kesiapannya utuk mengikuti tender instalasi pengolahan air di Dam Tembesi dan konsesi air Batam setelah 2020.

“Mereka salah satu yang sudah presentasi dan menyatakan berminat mengikuti tender IPA Tembesi dan konsesi air,” kata Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan pada September 2018 silam.

Ia pun tak menampik kiprah MWC dalam pengelolaan air selama ini terbilang bagus. Apalagi perusahaan tersebut juga sudah melaksanakan konsep pengelolaan air bersih sekaligus air limbah.

BACA: Jelang Konsesi Berakhir, BP Batam Mulai Hitung Aset ATB

ATB

Hal tersebut, sudah sesuai dengan hal yang akan yang diterapkan di Batam. Setelah konsesi air dan sistem perpipaan air limbah dengan bantuan dana dari Korea Selatan untuk wilayah Batam Center, selesai pada 2020 mendatang.

Selain itu, perusahaan air minum asal Jepang bernama Yokohama Water juga memastikan diri untuk mengikuti ‘laga’ seru dalam pengelolaan air di Batam.

Hal tersebut disampaikan Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto kala itu. “Ada Yokohama Water, Manila Water, dan lainnya,” kata Eko sebagaiman dilansir Tribun.

Dari riwayatnya, Yokohama Water pernah menjalin kerjasama dengan perusahaan air di Indonesia. Latar belakang dan kinerja perusahaan air asal Jepang itupun terbilang baik.

Eko mengatakan, total ada 23 investor yang sudah menyatakan minatnya ikut tender saat ini. Rata-rata perusahaan dari luar negeri, namun ikut menggandeng perusahaan dalam negeri.

ATB

“Semua menunjukkan keunggulannya. Tapi nanti tim lelang akan menilai mana yang terbaik,” ujarnya.

BACA: Jelang Konsesi, ATB Tetap Fokus pada Pelayanan Air ke Masyarakat Batam

Lalu bagaimana kesiapan PT Adhya Tirta Batam (ATB) dalam menghadapi tender tersebut?

“Kami OPTIMIS dan siap bertarung secara maksimal serta memenuhi standar dan prosedur yang berlau,” kata Direktur Keuangan PT ATB, Asriel Hay disela-sela kegiatan Hari Pelanggan Nasional di Gedung ATB Sukajadi Batam, Selasa (4/9/2018) pagi.

Ia pun mengatakan ATB akan memenuhi semua standar dan prosedur yang berlaku untuk bisa menghadapi peserta tender dalam konsesi nanti.

“kita akan turut ambil bagian dalam tender tersebut, sesuai dengan fit dan proper test, bahwa saat ini ATB sudah diakui kinerjanya bukan hanya di Indonesia tapi juga sudah sampai Internasional. Kami Optimis dan akan berusaha semaksimal,” jelasnya.

ATB

Sementara itu, Presiden Direktur PT Adhya Tirta Batam Benny Andrianto pada Desember 2018 menegaskan tidak ada hal-hal khusus yang dilakukan oleh ATB menjelang berakhirnya konsesi. Namun, hanya aktivitas yang lebih ditujukan kepada pelayanan kepada mayarakat masih tetap dilakukan.

“Kami (ATB) tidak melakukan persiapan khusus menjelang berakhirnya konsesi 2020. Sampai saat ini, kami masih fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat saja,” kata.

Jika pada akhirnya ada pengakhiran, tambahnya, bagi ATB itu hanya sebuah milestones yang dilewati.

BACA: Tuntaskan Persoalan Air Bersih, Pemko Aceh Gandeng ATB

ATB

“Soal konsesi, saya tidak memiliki berita baru bagaimana dan program apa selanjutnya. Dan nanti kita sama-sama dengar saja dulu. Terlalu mendahului apa yang akan terjadi tidak baik,” terang Benny.

Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady membenarkan kontrak dengan ATB akan berakhir pada November 2020 mendatang. Dan saat ini, BP Batam tengah melakukan penyiapan pengakhiran konsesi tersebut.

“Benar November 2020 akan berakhri masa konsesi ATB. Dan saat ini tengah dilakukan penyiapan pengakhiran konsesi itu. Namun belum dilakukan tender,” jelas Edy Putra Irawady saat membalas pesan singkat elektronik IDNNews.id pada Senin (18/2/2019).

Ketika disinggung kapan akan mulai dilakukan tender, dengan jelas Edy mengatakan bahwa tender pengelolaan air bersih di Batam akan dilakukan pada 2020 mendatang.

“Tender pengelolaan air bersih di Batam akan dilakukan pada 2020,” jelasnya.(Iman Suryanto)

Berita Terkait