25.7 C
Indonesia
24/08/2019
Home ยป Jokowi Kaget dan Baru Tahu Harga Tiket Pesawat Mahal
Ekonomi nasional Pemerintahan PERISTIWA

Jokowi Kaget dan Baru Tahu Harga Tiket Pesawat Mahal

IDNNews.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau  Jokowi mengaku kaget saat mengetahui harga tiket penerbangan nasional mengalami kenaikan signifikan. Mahalnya tiket pesawat ini juga dikeluhkan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani.BACA JUGA

“Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget,” katanya saat menghadiri Gala Dinner PHRI di Hotel Sahid  Jakarta, Senin 11 Februari 2019.

Baca juga : Dampak Mahalnya Tiket Pesawat, Imigrasi Batam Ajukan Tambahan Kouta Paspor

Mahalnya harga tiket maskapai nasional ini dikarenakan harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dari harga internasional. Jokowi mengatakan, harga avtur nasional 30 persen lebih mahal dari harga Internasional. 

“Karena monopoli, harga jadi tidak kompetitif, bandingkan harga avtur di situ dengan yang di dekat-dekat lain, terpaut kurang lebih 30-an persen,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, selisih harga avtur di dalam negeri dan Internasional yang terpaut jauh harus segera dibenahi. Hal ini agar tercipta daya saing yang sehat dan akhirnya harga tiket maskapai menjadi kompetitif.

Baca juga : Dampak Bagasi Berbayar dan Harga Tiket Mahal, Insan Pariwisata Kepri Gelar Aksi Keprihatinan

“Kalau ini terus-teruskan (dibiarkan mahal), ya nanti pengaruhnya ke harga tiket pesawat. Karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat,” jelasnya.

ilustrasi tiket pesawat

Jokowi mengatakan akan memberikan pilihan kepada Pertamina apakah bisa memberikan harga yang sama dengan harga internasional. Apabila Pertamina tak bisa, dia akan memberikan kesempatan ke perusahaan lain yang dapat menjual avtur di Indonesia.

Baca juga : INACA: Harga Tiket Pesawat Turun hingga 60 Persen

“Kalau tidak bisa saya akan masukkan kompetitor lain sehingga terjadi kompetisi,” tutupnya.

Sebelumnya, Jokowi mendapat keluhan dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani soal mahalnya harga tiket penerbangan domestik. Kepada Jokowi, Hariyadi menyebut kenaikan tiket pesawat membuat kamar hotel di daerah menjadi sepi pengunjung.

Baca juga : Mahalnya Harga Tiket Maskapai, Picu Sepinya Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Batam

Seperti dilansir liputan6, Dia mengatakan mahalnya harga tiket pesawat domestik membuat masyarakat lebih memilih untuk berlibur ke luar negeri. Hariyadi juga menyebut harga tiket pesawat yang mahal ini berdampak pada sepinya kamar hotel di daerah.

“Kondisi harga tiket yang mahal ini telah mengakibatkan berkurangnya perjalanan masyarakat yang berakibat menurunnya hunian hotel 20-40 persen,” jelas Hariyadi di lokasi yang sama. (*)

DomaiNesia

Berita Terkait