28.1 C
Indonesia
May 24, 2019
Home » Blog » Kemenag Minta Masyarakat Bersabar terkait Penetapan Awal Puasa 2019
Featured Gadgets Headline kepri

Kemenag Minta Masyarakat Bersabar terkait Penetapan Awal Puasa 2019

IDNNews.id, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat menunggu keputusan pemerintah terkait penetapan awal puasa. Rencananya Kemenag bakal menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1440 Hijriah, Minggu 5 Mei.

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Muhammadiyah Amin menuturkan, bahwa seperti biasanya, penetapan awal puasa, Lebaran, dan Iduladha diputuskan melalui sidang isbat.

Dia tidak mempersoalkan keputusan PP Muhammadiyah yang sudah menetapkan awal puasa jatuh pada 6 Mei.

Ilustrasi Melihat Hilal sebagai tanda dimulainya awal Ramadan. IDNNews.id/Istimewa

“Semoga (1 Ramadan hasil sidang isbat, Red) bisa sama dengan yang telah diumumkan PP Muhammadiyah,” katanya.

Dia menuturkan, jika saat sidang isbat nanti hilal atau bulan muda bisa dilihat atau diamati, awal puasa jatuh pada 6 Mei.

Dengan demikian, 5 Mei malam umat Islam sudah mulai melaksanakan salat tarawih. Sebaliknya, jika pada 5 Mei hilal tidak tampak atau tidak teramati, 1 Ramadan atau awal puasa jatuh pada 7 Mei.

Meski belum ada keputusan, hampir bisa dipastikan saat digelar sidang isbat nanti hilal akan wujud atau terlihat. Sebab, merujuk pada hisab atau perhitungan Muhammadiyah, tinggi hilal pada 5 Mei nanti mencapai lima derajat di atas ufuk. Itu cukup mudah untuk diamati para perukyat.

“Mari mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadan,” katanya.

Ilustrasi Melihat Hilal sebagai tanda dimulainya awal Ramadan. IDNNews.id/Istimewa

Dia menegaskan, Kemenag mengadakan sidang isbat sebagai upaya menjalankan Fatwa MUI No 2 Tahun 2004. Fatwa tersebut menyatakan bahwa penetapan kalender Hijriah yang terkait dengan ibadah harus dengan isbat. Termasuk penetapan 1 Ramadan.

Amin juga mengatakan, Ramadan tahun ini menjadi momentum merajut kebersamaan umat Islam di Indonesia. “Yang boleh jadi menjelang pesta rakyat pileg dan pilpres sempat ada perbedaan,” tuturnya.(*)

hosting indonesia

Berita Pilihan