26.6 C
Indonesia
18/08/2019
Home ยป Kepala BP Batam: Blockchain itu Sebuah Inovasi Never Close and Selling Point Bagi Batam
BP Batam Ekonomi Featured Headline kepri nasional

Kepala BP Batam: Blockchain itu Sebuah Inovasi Never Close and Selling Point Bagi Batam

hosting indonesia

IDNNews.id, Batam – Sebagai salah satu cara dalam memenangi persaingan dalam bisnis di pangsa pasar global, pengembangan teknologi serta inovasi yang terkini dan mutakhir menjadi salah satu halpenting dalam menggaet investor dalam menanamkan modalnya di sebuah daerah. Hal ini jugalah yang dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Blockchain.

Dimana Blockchain pertama kali diimplementasikan pada tahun 2009, dan direvolusi dengan Blockchain 2.0 pada tahun 2014. Teknologi Blockchain ini sendiri terdiri dari blok yang menampung transaksi, di mana masing-masing blok saling terkait melalui kriptografi, sehingga membentuk jaringan.

“Dan apa yang dilakukan oleh kawan-kawan di Blockchain ini, merupakan sebuah inovasi yang never close atau zero waste. Dan itu konsep yang sangat menarik diterapkan di Batam. Artinya, bagi perusahaan-perusahaan yang ada, masuknya Blockchain ini menjadi sebuah inovasi bagi mereka untuk bertahan,” jelas Kepala BP Batam Edy Putra Irawady disela-sela Deklarasi Batam Digital Economic Zone di Gedung IT Center BP Batam, pada Kamis (20/6/2019) siang.

Sementara bagi perusahaan luar (baik investasi baru maupun yang sudah ada,red), tambahnya, Blockchain ini adalah sebuah selling poin. Sehingga Batam bisa dibilang memiliki keunggulan yang komperatif dari segi geografis hingga logistik.

Bagi Orang nomor satu di BP Batam ini, kehadiran BlockChain ini merupakan sebuah keunggulan. Sehingga Batam yang dikenal dari sisi FTZ hingga PLB kini menjadi lebih menarik oleh adanya Blockchain.

“Ini sebuah Selling poin bagi New Come Entrance. Tapi bagi yang sudah ada ini adalah inovasi. Itu kelebihannnya. Oleh karena itu, komitmen investasi yang baru akan masuk akan tercapai. Dan saya sangat yakin dan optimis. terlebih lagi Presiden Jokowi juga mengatakan untuk mendrive sunset industri,” jelasnya.

“Jadi Blockchain ini adalah sebuah inovasi yang Never Close. Dan kalau kita mau hidup diperadaban kapan pun, bersifatlah sepeti Amoeba yang selalu menyesuaikan dengan peradaban. Jangan seperti Dinasaurus yang berubah, mati dan hilang/punah serta akhirnya jadi legenda,” tambah Edy lagi sambil menganalogikan.

Lalu apa sebenarnya Blockchain itu? Teknologi Blockchain terdiri dari blok yang menampung transaksi, di mana masing-masing blok saling terkait melalui kriptografi, sehingga membentuk jaringan.

Blockchain technology wording on futuristic hud background with polygon world map and blockchain peer to peer network. Network, e-business and global cryptocurrency blockchain business banner concept.

Seiring dengan perkembangan jagat digital, cryptocurreny di masa depan telah menjadi proposisi yang semakin menarik di pasar dan mungkin tidak memiliki infrastruktur perbankan tradisional.

Beberapa negara berkembang di dunia bahkan telah menerapkan mata uang nasional berbasis Blockchain, seperti Bitcoin, dan teknologinya juga digunakan oleh beberapa proyek amal besar untuk membantu mereka yang tidak memiliki rekening bank.

Blockchain juga berpotensi untuk digunakan di luar lingkup mata uang digital, dan menarik minat banyak lembaga keuangan tradisional untuk diadopsi. Sistem Blockchain terdiri dari dua jenis record, transaksi dan blok. Transaksi ini disimpan secara bersama-sama dalam satu blok. Hal yang unik dari Blockchain adalah setiap blok berisi hash kriptografi sehingga membentuk jaringan.

Fungsi hash kriptografi adalah mengambil data dari blok sebelumnya dan mengubahnya menjadi compact string. String ini memungkinkan sistem bisa mudah mendeteksi adanya sabotase.

Dengan metode tersebut, artinya setiap blok tidak perlu memiliki nomor seri, hash memungkinkan setiap blok dapat memverifikasi integritasnya. Setiap blok akan menegaskan validitasnya dari blok sebelumnya.

Keterkaitan blok bukanlah satu-satunya hal yang membuat jaringan tetap aman. Teknologi ini juga terdesentralisasi, setiap komputer dengan perangkat lunak yang diinstal memiliki salinan Blockchain yang terus diperbarui dengan blok baru.

Tidak ada server terpusat yang memegang transaksi, dan karena setiap blok baru harus memenuhi persyaratan dalam rantai atau jaringan, maka tidak ada yang bisa menimpa transaksi sebelumnya.

Persyaratan transaksi lainnya, yaitu dapat digunakan untuk menentukan entri yang valid. Di Bitcoin, misalnya, transaksi yang valid harus ditandatangani secara digital, dan harus mengeluarkan satu atau lebih output yang tidak terpakai dari transaksi sebelumnya, serta jumlah keluaran transaksi tidak dapat melebihi jumlah input

Karena sistem proteksi kriptografi yang canggih, Blockchain menawarkan pengalaman yang jauh lebih aman daripada perbankan tradisional. (Iman Suryanto)

Berita Terkait