27.5 C
Indonesia
June 25, 2019
Home » Blog » Kepala BP Batam: Normalisasi Waduk Sei Harapan Dalam Proses
ATB BP Batam Featured Headline kepri nasional Pemerintahan PERISTIWA

Kepala BP Batam: Normalisasi Waduk Sei Harapan Dalam Proses

Generic Banner

IDNNews.id, Batam – Menyusutnya Waduk Sei Harapan Sekupang Batam ternyata sudah diketahui oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Bahkan hingga saat ini, BP Batam tengah membahas hal tersebut secara insentif bersama tim terkait.

“Kita sudah tahu adanya pendangkalan tersebut. Sejak beberapa hari lalu pun kami bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta institusi terkait sudah meninjau kondisi waduk,” jelas Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi saat merespon pertanyaan IDNNews.id melalui pesan WhatsApp, Minggu(14/4/2019) malam.

Ia pun mengaku untuk proses penanganan terkait Waduk Sei Harapan akan diketahui setelah pihaknya bersama tim melakukan pertemuan pada Senin (15/4/2019) pagi di BP Batam.

“Besok kami akan rapat dan bahas semuanya. Intinya terkait air baku untuk masyarakat Batam menjadi parhatian serius BP Batam juga,” terangnya.

BACA: Waduk Sei Harapan Alami Pendangkalan, Rationing Ancam 18 Ribu Pelanggan Air di Batam

IDNNews.id/Iman Suryanto, Waduk Sei Harapan

Sebelumnya, BP Batam merilis bahwa tingkat penyurutan di Dam Sei Harapan mencapai 184 centimeter pada 22 Maret lalu dari 126 centimeter pada awal Maret 2019 lalu.

Dan persoalan ini, diduga terjadi oelh adanya sejumlah faktor baik disebabkan karena alam maupun karena ulah manusia. Dari faktor alam selain karena hujan tak kunjung turun juga karena sedimentasi.

Sementara itu, PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang mengelola air baku dari Waduk Sei Harapan dan dialirkan kepada masyarkat Batam, menyebutkan kondisi Waduk Sei Harapan sudah sangat mengkhawatirkan.

Dimana, pada beberapa bagian tanah kuning menyembul di sekeliling waduk. Dan jumlahnya kian luas. Sementara itu, Genangan air hanya terlihat berada di bagian tengah waduk. Hal tersebut menandakan ketersediaan air baku yang ada semakin surut.

“Waduk Sei Harapan kondisinya masuk dalam tahap waspada, dimana level air dalam waduk makin surut. Ini bisa mengakibatkan terganggunya produksi apabila air baku tidak mencukupi, dampaknya ada sekitar 18 ribu lebih pelanggan berpotensi terganggu,” ujar Maria Jacobus Head of Corporate Secretary ATB, Minggu (14/4/2019).

BACA: Kondisi Waduk Tembesi Memprihatinkan, Ini Tanggapan Kepala BP Batam

IDNNews.id/Iman Suryanto, Waduk Sei Harapan

Surutnya air baku di dalam waduk, dipengaruhi oleh beberapa faktor yang signifikan, diantaranya sedimentasi (pendangkalan) mencapai 1 juta m3 per 2017. Dampaknya, daya tampung waduk jadi berkurang mencapai setengahnya sampai saat ini.

Pendangkalan terus terjadi, ditambah kurangnya intensitas hujan yang turun, terutama di wilayah waduk. Sejak tiga bulan terakhir curah hujan turun hanya 136 mm, angka tersebut jauh dari intensitas normal diangka 500 mm.

BACA: Waduk Tembesi, Diantara Harapan dan Ancaman Kebutuhan Air Baku Batam

Sementara itu, Level waduk Harapan saat ini berada diangka -2,3 meter diatas permukaan spillway. Batas tersebut sudah masuk dalam tahap waspada. Apabila level waduk mencapai pada angka – (minus) 2,5 meter dari permukaan spillway, IPA Sei Harapan dilakukan penggiliran produksi (rationing).

“Untuk memperpanjang umur ketersediaan air waduk Sungai Harapan, maka ATB harus melakukan penghentian produksi WTP Harapan. Kondisinya air baku yang tidak ada, tentu ATB tidak bisa berproduksi. Apabila sudah dilevel -2,5 meter, ATB akan lakukan penggiliran produksi air bersih, mau tidak mau akan dilakukan rationing,” tambah Maria.

Apabila penggiliran produksi IPA Harapan terjadi, adalah pilihan yang tidak bisa dihindari, setidaknya dengan penggiliran produksi umur waduk masih bisa bertahan. Sebaliknya apabila tidak dilakukan penggiliran, umur waduk di pastikan hanya sesaat dan bisa menjadi masalah yang besar bagi ketersediaan air bersih di Batam.

IDNNews.id/Istimewa, Waduk Sei Harapan

Waduk Sei Harapan merupakan waduk pertama dibangun tahun 1978 oleh Otorita Batam (kini BP Batam). Hasil produksi waduk Harapan dengan kapasitas 210 liter per detik untuk mengaliri wilayah Sekupang, Tiban dan sekitarnya.

Sedimentasi waduk Harapan mulai terlihat sejak 2015. Pendangkalan menyebabkan kekeringan, kualitas, kuantitas dan kontinuitas suplai air akan terpengaruh. Langkah rationing dilakukan, efeknya tentu dirasakan pelanggan. Tidak hanya kawasan industri namun berdampak pada pelanggan domestik rumah tangga.

Krisis air bersih hanya tinggal menunggu waktu. Apabila daya tampung waduk terus berkurang karena pendangkalan belum teratasi, tetap saja jumlah air baku tidak bisa mencukupi kebutuhan, terlebih jumlah pelanggan terus mengalami peningkatan.

BACA: Tunggu Peningkatan Kualitas Air, Waduk Sei Gong Akan Dioperasikan Tahun 2021

IDNNews.id/Istimewa, Waduk Sei Harapan

“ATB telah memaparkan eskalasi ke pemiliki aset (BP Batam). Sejak krisis air akibat El Nino 2012 dan rationing di tahun 2015 untuk segera mengatasi pendangkalan yang terjadi. Sudah dilakukan survey pada waduk Harapan, namun BP Batam sepertinya masih melakukan koordinasi dengan pihak pusat sampai saat ini. Sementara penyusutan level waduk terus berlanjut dan waduk Harapan akan mengalami krisis air, opsi rationing mungkin akan segera kita ambil. 18 ribu pelanggan baik industri, rumah tangga dan sosial akan berpotensi terdampak,” ujar Maria.

Pentingnya menghemat penggunaan air bersih disampaikan kepada pelanggan disetiap kesempatan. Langkah kecil ini jadi sangat penting untuk dilakukan agar air bisa selalu dibagi untuk pelanggan lainnya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhemat menggunakan air bersih yang ada, gunakan air seperlunya bukan secukupnya. Bertoleransi menggunakan air jadi langkah penting, agar memberikan kesempatan kepada pelanggan lainnya bisa menikmati sumber air baku waduk Harapan yang memang dalam keadaan yang mengkhawatirkan,” tutup Maria. (Iman Suryanto)

hosting indonesia

Berita Pilihan