26.6 C
Indonesia
18/08/2019
Home » Kepala BP Batam: Pengembangan Ekonomi Syariah Diprediksi Jadi Kekuatan Baru di Batam
BP Batam Ekonomi Featured Headline kepri nasional

Kepala BP Batam: Pengembangan Ekonomi Syariah Diprediksi Jadi Kekuatan Baru di Batam

hosting indonesia

IDNNews.id, Batam – Pemerintah meyakini pengembangan ekonomi syariah akan membawa Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terkuat di dunia. Mengingat berdasarkan prediksi, Indonesia khususnya Kota Batam memiliki peluang besar menjadi salah satu bagian dalam ekonomi terkuat ke-4 atau ke-5 di dunia pada tahun 2045 mendatang.

Akan tetapi, untuk mewujudkan itu semua dipastikan akan menemui berbagai persoalan dan tantangan yang harus dihadapi. Dimana Batam membutuhkan sebuah kebijakan strategis yang membuatnya mampu sejajar dengan kawasan ekonomi lainnya.

Seperti Dubai, Singapore, Shenzen dan Taipei yang memiliki kawasan niaga Halalan Toyyiban yang memproduksi hingga memperdagangan merchandise, jasa syariah serta memiliki Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, Lingkungan dan moral publik (K3LM) yang sangat besar sehingga memiliki icon atau selling point.

“Untuk nilai Perdagangan Merchandise produk halal saat ini saja, lebih dari USD 2 Triliun yang dikonsumsi lebih dari 1 miliar masyarakat muslim di dunia. Itu kenapa pengembangan ekonomi syariah ini sangat memiliki peluang yang sangat besar di Indonesia khususnya Batam,” terang Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady saat ditemui IDNNews di Jakarta, Minggu (21/7/2019) pagi.

Ia juga menambahkna, jika termasuk jasa dan konsumsi masyarakat non muslim, nilainya lebih dari USD 6 Triliun. Mengingat, produk halalan toyyiban dibutuhkan di seluruh dunia tanpa hambatan akses pasar oleh adanya perubahan paradaban manusia yang butuh produk berstandar seperti yang dilakukan ISO dan K3LM, dengan pengaturannya dileluasakan WTO.

“Saat ini profil proyek investasi dan ekspor Batam masih mengikuti pola angsa terbang atau The Flying Geese Patern dalam artinya menjadi follower bukan leader,” terangnya.

Untuk itu, Batam masih menerima invetasi dan ekspor produk upahan dari negara-negara yang tidak mau lagi di negaranya, oleh adanya kebisingan pabrik dan kekotoran produk.

Dan untuk membangun kegiatan Investasi dan ekspor produk Halalan Toyyiban, setidaknya dibutuhkan sebuah ekosistem yang berbasis ICT yang mendukung termasuk jasa keuangan syariah dan sumber daya manusia.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady

Nah produk toyyiban ini, berstandar (ISO) dan tidak ada yang disembunyikan (ingredient content) seperti yang dilakukan rasulullah dalam berniaga. Jadi produk halalan toyyiban itu, merchandise dan services yang dibutuhkan dunia dalam peradaban yang mendorong kesempurnaan manusia sebagai khalifah.

“Mana ada negara yang menutup akses pasar bagi produk halalan toyyiban karena nilai kebajikannya universal. Inilah contoh sikap bisnis yang rakhamatan lil’alamin. Selain itu, waktu wawancara di Moslem Fashion Paris, saya tambahkan bahwa New Fashion is Born, And Indonesia will be the center of moslem clothes,” terangnya.

Masalahnya di Batam itu masih terbelit dengan banyaknya regulasi dan birokrasi, tegasnya lagi, sedangkan ekonomi digital harus sedikit pengaturan aja (light touch). Disisi lain, Batam itu banyak kewenangan yang tidak jelas (invisible authorithy) yang tidak memberikan kepastian berusaha.

“Jadi, jangan cuma teriak smartcity, tapi kenyataannya banyak ganjalan. Kalau cuma invetasi upahan atau rumahan, Batam tidak bisa berubah. Sehingga jika dianalogikan, Dinosaurus makluk besar yang punah karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan peradaban. Sebaliknya amuba yang mengembangan keturunan dengan membelah diri mampu survive,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Jokowi yang mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu bagian dalam ekonomi terkuat ke-4 atau ke-5 di dunia pada tahun 2045 mendatang.

“Stok infrastruktur kita di angka kurang lebih 43 persen. Kedua, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi ‘pekerjaan rumah’. Tantangan ketiga adalah berkaitan dengan reformasi birokrasi,” ujar Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Dan kunci utama menuju cita-cita ekonomi Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, adalah ekonomi syariah, sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, sumber kesejahteraan umat,” lanjut dia.

Dimana ekonomi syariah memiliki potensi besar di tingkat dunia. Dan sebagaimana diprediksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dimana tahun 2023, kapasitas ekonomi syariah di Indonesia mencapai 3 triliun dollar Amerika Serikat.

“Kurang lebih Rp 45.000 triliun. Saya enggak bisa bayangkan angka seperti itu. APBN yang kita kelola saja Rp 2.000 triliun lebih sedikit,” ujar Jokowi.

Untuk itu, Pemerintah berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. (Iman Suryanto)

Berita Terkait