27.1 C
Indonesia
July 22, 2019
Home » Blog » Kondisi Waduk Tembesi Memprihatinkan, Ini Tanggapan Kepala BP Batam
ATB BP Batam Featured Headline

Kondisi Waduk Tembesi Memprihatinkan, Ini Tanggapan Kepala BP Batam

hosting indonesia

IDNNews.id, Batam – Kondisi memprihatinkan dari Waduk Tembesi yang digadang-gadangkan menjadi solusi yang terbaik dalam pemenuhan kebutuhan air baku dan bersih warga Batam, telah sampai ke telinga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady.

Saat ditemui di Taman Rusa Sekupang Batam, Minggu(24/2/2019), orang nomor satu di insitusi ini pun mengaku kebutuhan air di Kota Batam juga menjadi perhatian seriusnya.

“BP Batam sangat perhatian dan seirus akan kebutuhan air bersih di Batam, salah satunya dengan menyiapkan Waduk Tembesi untuk menyuplai kebutuhan tersebut. Jika pada akhirnya, masih ditemukan adanya aksi-aksi ilegal di sekitar kawasan Waduk, akan kita tertibkan itu semua,” jelasnya.

BACA: Waduk Tembesi, Diantara Harapan dan Ancaman Kebutuhan Air Baku Batam

Waduk Tembesi sendiri, tambahnya, memang harus bersih dari adanya aktivitas ilegal. Dan penegakan hukum memang harus dilakuakn.

Terkait adanya perumahan maupun permukiman, pihaknya mengaku akan melihat kembali dan berkoordinasi dengan indtitusi terkait. “Intinya, akan kita carikan solusinya,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Batam setiap tahunnya selalu meningkat. Dimana pada tahun 2016, jumlah penduduk diketahui sebanyak 1.236.399 jiwa. Kemudian naik menjadi 1.263.941 jiwa pada tahun 2017. Sementara pada tahun 2018, jumlah penduduk Batam tercatat sebanyak 1.329.773 jiwa. (Sumber: BPS Kota Batam).

Pertambahan jumlah penduduk ini, sedikit banyak menimbulkan kebutuhan akan air bersih yang selalu meningkat juga.

BACA: Kepala BP Batam: ATB Ikuti Lelang Waduk Tembesi

Waduk Tembesi

Meski Batam diketahui memiliki lima waduk tadah hujan dan enam Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang saat ini dikelola oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB), yakni Sei Harapan, Sei Ladi, Nongsa, Mukakuning, Tanjungpiayu dan Duriangkang, ternyata dipandang belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Berbentuk Kalajengking dari udara ini.

Untuk itu diperlukan sumber air baku baru nantinya. Salah satunya Waduk Tembesi. Waduk yang memiliki luas keseluruhan mencapai 1.300 hektar ini, digadang-gadangkan akan menjadi solusi yang terbaik dalam pemenuhan kebutuhan air warga Batam. Akan tetapi, kondisinya saat ini terbilang masih sangat jauh dalam kata ‘layak’ dan terbilang memprihatinkan.

BACA: Jaga Wilayah Resapan Air, BP Batam Bakal Tanam 10 Ribu Pohon Gaharu di Tembesi

Waduk Tembesi

Dimana pada bagian Hulu yang masuk dalam Catchment area atau wilayah tangkapan air Waduk Tembesi terlihat adanya banyak aktivitas manusia hingga bangunan perumahan yang memberikan kontribusi akan munculnya kontaminasi dalam Waduk yang nantinya akan menyuplai air bersih untuk kawasan Batuaji, Tanjunguncang dan sekitarnya.

Sementara di sisi lainnya, terlihat dengan jelas rusaknya kondisi alam yang disebabkan oleh aktivitas pertambangan liar, pemotongan lahan hingga perkebunan dan peternakan yang dilakukan oleh masyarakat.(Iman Suryanto)