29 C
Indonesia
April 23, 2019
Home » Blog » Kwartal Pertama 2019, Ekonomi Batam Alami Naik dan Turun
BP Batam Ekonomi Featured Headline kepri nasional

Kwartal Pertama 2019, Ekonomi Batam Alami Naik dan Turun

IDNNews.id, Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady mengatakan nilai ekspor dari Batam, Provinsi Kepri ke luar negeri diketahui mengalami penurunan hingga US$736,84 juta atau 2,34 persen m to m.

Dari jumlah tersebut, ekspor minyak dan gas (Migas) diketahui mendominasi di angka US$377,13 Juta (Februari-Maret 2019) dan disusul dengan ekspor non migas sebanyak US$ 259,71 Juta atau 0,22 Persen m to m.

“Ekspor nonmigas terbesar pada bulan tersebut diketahui dalam bentuk barang atau peralatan listrik (HS 85) sebesar US$ 97,06 juta. Sehingga secara kumulatif Januari-Maret 2019 mencapai US$ 305,73 juta, dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 24,62 %,” jelasnya di sela-sela Coffe Morning bersama awak media di Bida Marketing BP Batam, Selasa (16/4/2019) pagi.

Sementara itu, nilai import pada Maret 2019 diketahui diangka US$493,22 juta (naik 29,48 % – m to m), dengan negara pemasok barang impor terbesar pada bulan Januari – Maret 2019 ditempati oleh Singapura dengan nilai US$656,95 juta dengan kontribusi 38,06 persen.

Dan peningkatan ini, menurut Edy menunjukkan adanya investasi terutama barang baku yang digunakan oleh perusahaan yang ada. Dan jika dilihat secara keseluruhan, nilai ekspor yang berdasarkan negara tujuan, Singapura masih menduduki urutan pertama.

Dan disusul Malaysia, Tiongkok,Spanyol, Belanda, Thailand hingga Bangladesh. “Dari negara tujuan tersebut, yang paling menarik dan menggembirakn bagi kita adalah munculnya pasar baru. Yakni ke Kazakhstan dalam bentuk barang konsumsi hingga elektronik dan Swiss daloam bentuk barang-barang konsumsi,” terangnya.

Hal menggembirakan pada Kuartal pertama di tahun 2019 juga terlihat dari bermunculannya proyek-proyek baru dari lima perusahaan yang masuk, dengan nilai total investasi mencapai Rp 691 Miliar dan kemampuan daya serap tenaga kerja mencapai 1.162 orang.

“Mereka ini semua adalah pendatang baru dengan berbagai jenis produk dan negaranya. Mulai dari Industri semi Konduktor, komputer, optik hingga industri peralatan elektrotermal,” jelasnya.

Sementara untuk proyek perluasan, tambahnya, tercatat ada nilai investasi yang masuk mencapai Rp1,8 triliun dan penyerapan jumlah tenaga kerjanya mencapai 1.724 orang. “Jadi total penyerapan tenaga kerja dari proyek baru dan perluasan ini mencapai 2.886 orang,” terangnya. (Iman Suryanto)

hosting indonesia

Berita Pilihan

Leave a Reply

%d bloggers like this: