26.6 C
Indonesia
18/08/2019
Home » Mantan Ketua KPK, Bambang Widjojanto: Pemilu 2019 Terburuk Pascareformasi
nasional PILPRES 2019 Politik Public Figur

Mantan Ketua KPK, Bambang Widjojanto: Pemilu 2019 Terburuk Pascareformasi

hosting indonesia

IDNNews.id, Jakarta – Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, menyebut pemilihan umum 2019 terburuk setelah reformasi. 

“Pemilu kali ini disebut sebagai pemilu terburuk pascareformasi,” ujar Bambang pada diskusi Gerakan Nasional Selamatkan Demokrasi di kawasan SCBD Jakarta, Minggu, 21 April 2019. 

Ia menyebut ada beberapa hal yang mengkhawatirkan terkait Pemilu 2019 ini. “Jangan sampai yang memenangkan pemilu dan mendapatkan suara terbanyak, tapi yang menjadi presiden orang lain juga,” katanya.

Baca juga : Kecewa Hasil Pemilu, Bupati Madina Kirim Surat Pengunduran. Mendagri: Sangat Tidak Lazim

“Kalau itu terjadi sebenarnya kita sedang mendorong negara ini sampai di bibir jurang karena ini berbahaya sekali,” ujarnya. 

Foto : Istimewa

Menurutnya, kualitas pemilu yang sangat penting ialah kejujuran bukan oleh kerahasiaan. Prinsip pemilu adalah langsung, umum, bebas dan rahasia atau Luber. Namun, sebagian pemilih tidak bebas. 

“Tadi di video yang ditampilkan ini dan sudah banyak di video itu ada orang yang dibawa ke tempat pemungutan suara itu suaranya dicoblos dan itu ada videonya dan sudah berkembang berarti bukan hoaks,” ujarnya. 

Baca juga : Lagi, Pahlawan Pemilu Berguguran. KPU Malang: Korban Baru Saja Mengantarkan Kotak Suara ke Kelurahan

Kalau itu yang terjadi, katanya, prinsip-prinsip dasar Luber tidak terpenuhi, apalagi jujur dan adil. Kalau prinsip-prinsip itu tidak dipenuhi semua, maka Pemilu 2019 sia-sia seperti dilansir viva.

“Sebenarnya menurut kami kecurangan-kecurangan yang pakai bahasa lainnya Pak Said Didu istilahnya TSM, terstruktur sistematik dan masif, sebenarnya didasari prinsip-prinsip dasar dari Luber dan Jurdil itu tidak terpenuhi,” katanya. (*)

Berita Terkait