29 C
Indonesia
April 23, 2019
Home » Blog » Masjid Tertua di Bitung, Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka
Hiburan LIFESTYLE nasional Travel Wisata

Masjid Tertua di Bitung, Berdiri Sebelum Indonesia Merdeka

IDNNews.id, Bitung – Masjid Jami An Nur adalah masjid tertua di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Masjid ini sudah ada sejak Indonesia belum merdeka.

Meskipun mayoritas beragama Kristen, tetapi di Kota Bitung kita masih bisa menemukan masjid dan masyarakat muslim yang tinggal di sekitarnya. Salah satu yang patut dikunjungi traveler adalah Masjid Jami An Nur yang merupakan masjid tertua di Bitung.

Atas undangan dari Dinas Pariwisata Kota Bitung, detikTravel bersama rombongan media dari Jakarta berkunjung ke Masjid Jami An Nur pertengahan bulan lalu. Saat rombongan kami datang, suasana masjid sedang sepi.

Baca juga : Erdogan Minta Pelaku Penembakan di Mesjid Christchurch Dihukum Mati

Maklum saat itu jam salat Zuhur telah lewat. Apalagi saat itu sedang hari Senin (18/2). Banyak warga sedang beraktivitas di kantor atau pun di bidang pekerjaan lainnya.

Kami pun bertemu dengan Ramli Momonto, Imam Masjid sekaligus warga asli Kelurahan Girian Bawah, tempat dimana Masjid An Nur berada. Ramli bercerita soal asal usul masjid tertua di Bitung ini.

Masjid Tertua di Bitung (Foto : Ist/deti)

“Ini masjid tertua di Bitung. Sudah ada sejak leluhur-leluhur kami masuk dan membangun Girian. Masjid ini diberi nama oleh Habib Idrus, pendiri Yayasan Al Khairat. Beliau memberikan nama masjid ini sekitar 74 tahun yang lalu, jadi sekitar tahun 1944,” kisah Ramli.

Sebelumnya, masjid ini berdiri tanpa nama. Bangunannya dulu juga masih kecil. Seiring berjalannya waktu dan makin bertambahnya jamaah, masjid pun mulai direnovasi sekitar tahun 1966-1969.

Dilansir detik, Meski sudah mengalami proses renovasi, tetapi bangunan masjid masih memperlihatkan ciri khas arsitekturnya. Menurut Ramli, masjid ini didesain oleh para leluhur mereka, jadinya akan tetap dipertahankan seperti asli.

“Desainnya leluhur kita, para pemuka-pemuka agama. Tiang masjid ada 4 itu asli, masih ada kayunya di dalam. Mimbar juga masih tetap asli,” imbuh Ramli.

Baca juga : Ini Dampak Limbah Minyak Bagi Lingkungan, Dunia Pariwisata hingga Manusia

Penuh dengan sejarah, Masjid Jami An Nur sudah jarang digunakan untuk salat. Keberadaan Masjid Jami baru yang lokasinya tak jauh dari Masjid An Nur jadi alasan mengapa masjid ini sekarang mulai ditinggalkan. Jamaah laki-laki lebih sering salat di masjid baru.

Masjid Jami An Nur kini lebih banyak digunakan untuk Syiar Islam. Masjid ini sekarang sering digunakan sebagai tempat Majlis Talim khusus ibu-ibu yang tinggal di sekitar masjid. Terkadang digunakan juga sebagai tempat salat tarawih bagi ibu-ibu.

Meski sudah jarang dipakai, tapi Masjid Jami An Nur tetap menjadi saksi bisu sejarah panjang Kota Bitung. Traveler bisa berkunjung ke sini untuk berwisata religi sekaligus wisata sejarah di Bitung. (*)

hosting indonesia

Berita Pilihan

Leave a Reply

%d bloggers like this: