22.4 C
Indonesia
March 26, 2019
Home » Blog » Novel: Tim Gabungan Bentukan Kapolri Belum Terlihat Hasil Kerjanya
KPK Kriminal PERISTIWA

Novel: Tim Gabungan Bentukan Kapolri Belum Terlihat Hasil Kerjanya

IDNNews.id, Jakarta – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menyayangkan sikap pemerintah yang tetap diam dan tidak peduli terhadap kasus teror penyiraman air keras terhadapnya. Sudah 700 hari berlalu kasus penyiraman air keras, namun belum terungkap pelaku penyerangan.

“Seperti yang kita ketahui, sampai sekarang 700 hari penyerangan saya atau hampir dua tahun, tidak ada kejelasan pengungkapan pelaku penyerangan. Juga sikap pemerintah yang tetap diam seolah membiarkan atau tidak peduli. Seperti kebanyakan kasus kekerasan terhadap pejuang anti-korupsi dan HAM lainnya,” kata Novel saat dikonfirmasi, Selasa 12 Maret 2019.

Baca juga :

Novel mendesak Presiden RI, Joko Widodo membuka jalan dengan membentuk Tim Pencari Fakta Gabungan (TGPF) yang independen. Tim yang diinginkan Novel adalah tim yang tak tersandera kepentingan politik.

“Oleh karena itu, saya tetap mendesak Presiden Jokowi mau membuka jalan pengungkapan dengan membentuk TGPF yang independen dan tidak tersandera dengan kepentingan politik,” ujarnya.

Novel Baswedan ( Foto : Istimewa )

Novel menjelaskan, TGPF yang dibentuk Polri, hingga saat ini belum terlihat kerjanya. Bukan hanya itu, dia menilai TGPF ini tidak menunjukkan sikap kesungguhan.

“Tim gabungan yang dibentuk kapolri, belum terlihat hasil kerjanya dan tidak mau menunjukkan kesungguhannya mengungkap semua serangan terhadap insan KPK lainnya,” katanya.

Baca juga :

Dilansir viva, Novel diteror dengan penyiraman air keras ke wajahnya pada 11 April 2017. Saat itu, Novel diteror usai salat Subuh di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibat siraman air keras ke wajahnya ini, mata kiri Novel mengalami luka parah. Ia pun sempat menjalani perawatan di Singapura selama setahun (*)

hosting indonesia

Berita Pilihan

Leave a Reply

%d bloggers like this: