28.6 C
Indonesia
April 21, 2019
Home » Blog » PKS: Hanya di Era Jokowi Pengkritik Pemerintah Mudah Dipenjara
nasional Opini PERISTIWA PILPRES 2019 Politik Public Figur

PKS: Hanya di Era Jokowi Pengkritik Pemerintah Mudah Dipenjara

IDNNews.id, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera merespons pendapat Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, yang menyatakan menolak istilah kriminalisasi pada kasus Slamet Ma’arif, Ketua Persaudaraan Alumni 212.

PKS setuju dengan argumentasi Erick Thohir bahwa perkara yang disangkakan kepada Slamet Ma’arif memang bukan kriminalisasi. Tetapi, menurut pengurus PKS, orang-orang yang kritis terhadap pemerintah memang lebih mudah diproses hukum, bahkan dipenjarakan.

Baca juga : Ketum PA 212 Tersangka, Zulkifli Hasan: Ngomong Sedikit Masuk Penjara

“Mudahnya orang diperkarakan, diadili, dan dihukum, terutama bagi pihak-pihak yang dianggap kritis dan berseberangan dengan pemerintah,” kata Suhud Alyuddin, Sekretaris Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan PKS, saat dihubungi pada Selasa, 12 Februari 2019.

Foto : Istimewa

Mengutip viva, Jika yang dilaporkan kepada polisi orang yang pro-pemerintah, Suhud mengamati, cukup sulit diproses hukum, atau bahkan justru diabaikan. Dia mengamati gejala semacam itu hanya terjadi pada masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Baca juga : Ketua PA 212 Jadi Tersangka, Dijadwalkan Diperiksa Rabu

“Di era reformasi ini, hanya di era Jokowi masyarakat yang mengekspresikan ketidakpuasan dan melakukan kritik kepada pemerintah begitu mudah diadili dan dipenjara,” kata Suhud.

Baginya, itu jelas seperti hukum terasa tumpul pada pihak yang pro-pemerintah, dan sebaliknya tajam kepada mereka yang kritis. Ia mencontohkan lagi pelaku persekusi yang masuk ke area bandara dan mengadang kelompok kritis. Kasus itu tak terdengar lagi proses hukumnya hingga kini. (*)

hosting indonesia

Berita Pilihan

1 comment

Jokowi Temui 130 Kiai Jawa Timur di Istana Merdeka - IDNNews February 14, 2019 at 9:02 am

[…] PKS: Hanya di Era Jokowi Pengkritik Pemerintah Mudah Dipenjara […]

Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: