28.6 C
Indonesia
April 21, 2019
Home » Blog » Surat Batam Dianggap Luar Negeri, PT Pos Indonesia: Batam Tetap Bagian NKRI
Ekonomi Featured Headline kepri nasional

Surat Batam Dianggap Luar Negeri, PT Pos Indonesia: Batam Tetap Bagian NKRI

IDNNews.id, Batam – Kepala Regional II PT Pos Indonesia Sumbar-Riau-Kepri, Wendy Bermana menegaskan, surat pemberitahuan dari PT Pos Indonesia soal layanan pengiriman barang dari Batam yang ramai dibahas di media sosial, dimana ada tulisan ‘Batam dianggap luar negeri’, adalah Hoaks dan tidak benar.

Surat pemberitahuan kepada pelanggan itu, memiliki kop surat PT Pos Indonesia Kantor Pos Batam 29400. Dimana para pelanggan diberitahukan bahwa berdasarkan keputusan Dirjen Bea Cukai No Kep.07/BC/2019 tanggal 1 Februari 2019, ada perubahan alur proses pengiriman paket dan barang keluar dari Batam.

Perubahan itu menyebabkan waktu proses lebih lama sehingga kiriman akan mengalami keterlambatan.

Berikut penggalan surat tersebut:

BACA: Urai Penumpukan Barang, Bea dan Cukai Batam Intens Koordinasi dengan Perusahaaan Jasa Titipan

Kiriman paket/barang yang dikirim keluar Batam diperlakukan sama seperti kiriman Incoming International. Hal ini terjadi karena status Pulau Batam sebagai FTZ (free trade zone).

Secara kepabeanan, Pulau Batam dianggap sebagai wilayah Luar Negeri sehingga kiriman Paket/Barang wajib diperiksa satu per satu, untuk dicocokan isi dan perhitungan PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor)

Dalam foto yang beredar di media sosial, tulisan ‘Pulau Batam dianggap sebagai wilayah Luar Negeri’ digarisbawah. Netizen pun ramai membahas Batam yang dianggap di luar negeri.

Tetapi, tentu saja bukan itu maksud sebenarnya. Batam tetaplah bagian dari NKRI.

BACA: Dampak Penerapan CEISA, Pendapatan PT Pos Indonesia Batam Center Menurun

“Sesuai dengan aturan di kita, Batam itu daerah free trade zone (FTZ) sehingga dianggap sebagai wilayah di luar kepabeanan Indonesia. Batam dan beberapa wilayah di Indonesia itu wilayah di luar kepabeanan Indonesia tapi dia tetap wilayah NKRI,” kata Wendy sat ditemui di Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Batam, Selasa (12/2/2019).

Karena Batam ada di luar wilayah kepabeanan Indonesia, jadi barang-barang yang keluar dari Batam dikenakan bea. Pemberitahuan yang ramai dibahas itu dibuat karena ada keputusan baru dari Dirjen Bea Cukai.

Keputusan itu terkait alur pemeriksaan kiriman barang. Saat ini, Bea Cukai di Batam menggunakan aplikasi Customs and Excise Information System and Automation (CEISA).(isu)

hosting indonesia

Berita Pilihan

Leave a Reply

%d bloggers like this: