26.6 C
Indonesia
18/08/2019
Home » Tangkap Kapal Memuat Barang Ilegal, Bea dan Cukai Selamatkan Kerugian Negara hingga Rp 1,98 Miliar
Ekonomi Featured Headline kepri PERISTIWA

Tangkap Kapal Memuat Barang Ilegal, Bea dan Cukai Selamatkan Kerugian Negara hingga Rp 1,98 Miliar

hosting indonesia

IDNNews.id, Batam – Aksi penegahan penyelundupan rokok dan sumber daya alam tanpa dilengkapi dengan surat-surat resmi, kembali dilakukan oleh Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri bersama Bea Cukai Batam.

Dalam penegahan tersebut, tercatat dua kapal diamankan tim gabungan di sekitar perairan Selat Malaka bersama barang bukti.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi disela-sela ekspose pengungkapan kasus tersebut di Pelabuhan Bintan 99, Batu Ampar, Batam mengatakan bahwa penegahan tersebut dilakukan terhadap dua kapal dengan muatan dan waktu penangkapan yang berbeda.

“Dua penangkapan ini, dilakukan oleh Kapal Patroli kita,” jelas Heru Pambudi, Kamis (8/8/2019) pagi.

Penangkapan pertama, tambahnya, dilakukan pada Kamis (1/8/2019). Dimana Kapal Patroli Speed Kanwil Kepri bersama Kapal Patroli KPU BC Batam melakukan penindakan terhadap KM. Mawar yang memuat rokok tanpa dilengkapi dengan dokumen kepabeanan dan cukai.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan ada 1.650.000 batang. Dimana barang tersebut, dibawa dari Jurong Port, Singapura menuju sekitar Perairan Nongsa, Batam.

“Saat diamankan, kapal ini tengah melakukan kegiatan ship to ship (STS) rokok ke high speed craft (HSC). Dan kita langsung amankan,” jelasnya.

Estimasi nilai barang Rp 1.179.750.000‬ dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sejumlah Rp 955.576.875.

Sementara itu, penangkapan kedua dilakukan pada Minggu (4/8/2019) yang dilakukan Kapal Patroli Kanwil DJBC Khusus Kepri BC 30005 terhadap KLM. Bahtera Bahari. Kapal tersebut diketahui memuat rotan asalan tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan, dengan muatan sejumlah 233.550 kg dari Gresik, Jawa Timur dengan tujuan Malaysia.

“Muatan tanpa dokumen serta kapal kita amankan di sekitar Perairan Perhantuan, Indonesia,” terangnya.

Dari hasil ini, diketahuui nilai barang mencapai Rp 5.138.100.000, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sejumlah Rp 1.027.620.000.

Dengan adanya penegahan dan sinergitas ini, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menegaskan bahwa apa yang dilakukan ini merupakan sebuah ‘mengirimkan sinyal’ kepada para penyelundup bahwa semakin hari semakin dekat, dan pihaknya menekankan penindakan tegas kepada siapa pun yang akan melakukan penyelundupan. Khususnya di wilatah Indonesia dan Kepri.

“Jadi rokok ini, baik Indonesia maupun Malaysia terkena dampak dari aksi mafia Rokok. Mengingat, rokok ini diselundupkan dari luar ke indonesia dan juga dari Indonesia ke luar. Selain itu, aksi penyelundupan rokok ini juga telah mengakibatkan penerimaan negara berkurang. Untuk itu kita tindak tegas,” terangnya. (Iman Suryanto)

Berita Terkait