25.7 C
Indonesia
24/08/2019
Home ยป Urai Penumpukan Barang, Bea dan Cukai Batam Intens Koordinasi dengan Perusahaaan Jasa Titipan
Ekonomi Featured Headline kepri

Urai Penumpukan Barang, Bea dan Cukai Batam Intens Koordinasi dengan Perusahaaan Jasa Titipan

IDNNews.id, Batam – Penumpukan barang di kargo Bandara Internasional Hang Nadim Batam menjadi perhatian para pemangku kepentingan yang ada di Pulau Kalajengking ini. Mengingat, sejumlah pelaku usaha sudah mulai mengeluhkan tertahan dan lambatnya pengiriman barang mereka ke kota tujuan dimana konsumen mereka berada.

Kepala Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata saat ditemui IDNNews.id, Selasa (12/2/2019) siang membenarkan hal tersebut.

Menurutnya menumpuk dan keterlambatan tersebut, lebih disebabkan oleh adanya penerapan sistem baru yang dilakukan oleh Bea dan Cukai guna menghindari keluarnya barang dari wilayah kepabeanan yang tidak membayar pajak.

BACA: Dampak Penerapan CEISA, Pendapatan PT Pos Indonesia Batam Center Menurun

Mengingat, Bea dan Cukai memiliki fungsi Trade Fasilitator dan Community Protector. Sehingga peningkatan pengawasan dalam sistem pelayanan dan pengawasan barang yang masuk ataupun keluar dari wilayah Republik Indonesia sangat diperlukan.

Untuk itu, Bea dan Cukai Batam membuat Aplikasi CEISA Barang Kiriman Kawasan Bebas Batam, sebagai wujud peningkatan pelayanan dan pengawasan barang kiriman berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 120/PMK.04/2017 terhitung Februari 2019.

Namun sebelumnya, sudah dilakukan sosialisasi pada awal November 2018 kepada Pengusaha Jasa Titipan (PJT) dan PT. Pos indonesia yang berada di Kota Batam, serta Uji coba pada Desember 2018.

“Dan pada awal implementasi ini, terdapat beberapa kendala yang ditemukan dilapangan. Sehingga perlu adanya beberapa penyempurnaan di beberapa sisi. Seperti adaptasi aplikasi Perusahaan jasa titipan ke aplikasi CEISA Barang Kiriman Bea dan Cukai, Sistem barcode yang belum terstandar, SDM, hingga kapasitas gudang yang belum sepenuhnya ideal,” jelasnya.

BACA: Kurang dari 24 Jam, Polisi Bekuk Pembunuhan FY

Kemudian, tambahnya, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan barang kiriman di gudang kargo bandara dan kantor Pos, Bea dan Cukai pun secara intensif melakukan koordinasi dengan Penyelenggara Jasa Titipan untuk mencari solusi.

“Hasilnya, akan ada beberapa perbaikan guna mempelancar tumpukan barang baik di Bandara Hang Nadim Batam maupun di Perusahaan Jasa Titipan dan PT Pos,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Regional II Sumbar, Riau dan Kepri, Padang PT Pos Indonesia, Wendy Bermana mengaku akan tetap mengikuti aturan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat melalui sistem ini.

BACA: Rekomendasi Wako ke PT KIN, Udin P Sihaloho: Heran, Seharusnya ada Kajian Terlebih Dahulu

Dan keterlambatan pengiriman ini, lebih kepada memberikan keyakinan akan barang yang dikirimkan ke luar dari Batam sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sering juga kami temui, ada pengirim yang mengirimkan barangnya tidak sesuai dengan apa yang dikemasnya. Ada juga yang tidak jujur. Dan inilah yang menimbulkan keterlambatan. Akan tetapi sepanjang mengirim barang sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, Insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, dengan adanya implementasi aplikasi CEISA Barang Kiriman ini diharapkan akan memperlancar proses pelayanan, meningkatkan efektifitas pengawasan, meningkatkan kepatuhan Pengguna Jasa, mencegah adanya pengiriman barang-barang yang dilarang

serta memberikan kemudahan Tracking status barang secara real time kepada pengirim dan penerima. (Iman Suryanto)

DomaiNesia

Berita Terkait