25.7 C
Indonesia
23/08/2019
Home » Waketum PAN Bima Arya Deklarasi Dukung Jokowi dan Siap Tanggung Segala Risiko
nasional PERISTIWA PILPRES 2019 Politik Public Figur

Waketum PAN Bima Arya Deklarasi Dukung Jokowi dan Siap Tanggung Segala Risiko

IDNNews.id, Bogor – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya, resmi menyatakan dukungannya pada pasangan capres-cawapres  Jokowi- Ma’ruf Amin. Keputusan itu dia sampaikan saat menghadiri acara ‘SpeekUp SatukanSuara’ di Puri Begawan Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4) malam.

“Tidak mungkin orang seperti saya mengkhianati reformasi dengan mendukung kekuatan orang atau partai yang ada dalam struktur menuju reformasi,” ucap Bima Arya saat menjadi pembicara. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (13/4).

Acara yang diselenggarakan olehnya itu memaparkan cuplikan-cuplikan masa perjuangan reformasi. Salah satunya mengenai perjuangan aktivis 98 yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Budiman Sujatmiko.

Baca juga : Jokowi: Rakyat Harus Optimis, RI Akan Masuk Negara 4 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia pada 2045

“Dosen seperti saya konsultan seperti Kang Emil bisa jadi kepala daerah karena reformasi,” kata Wali Kota Bogor demisioner itu.

Bima mengenakan baju berwarna merah bertuliskan 01 di tengah-tengah para pendukung Jokowi-Ma’ruf. Ia mengatakan akan memilih pemimpin yang lahir dari rahim reformasi.

“Hidup itu pilihan, saya Bima Arya memutuskan untuk memilih Jokowi. Memilih harus dengan hati. Hati saya untuk  jokowi,” tuturnya.

Menurutnya, kini kondisi perekonomian Indonesia on the track di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Ia juga mengaku bangga karena Indonesia bisa mengimbangi kemajuan teknologi internasional.

Foto : Ist/antara

Siap Dipecat PAN Karena Dukung Jokowi

Dalam kesempatan yang sama, Bima Arya mengaku siap menerima segala risiko atas sikap politiknya yang berbeda dengan keputusan PAN. Seperti diketahui, PAN mengusung pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga di  Pilpres 2019.

“Insya Allah saya siap atas segala risikonya. Prinsip saya right on is my party when it’s right keep it right when it’s wrong make it right,” tegas Bima Arya kepada awak media selesai acara.

Meski begitu, dia mengaku tidak terbersit untuk keluar dari PAN. Bima menganggap langkahnya sesuai dengan tujuan awal didirikannya PAN, yakni menjunjung tinggi reformasi.

“Saya ikut mendirikan Partai ini, tidak ada sedikitpun ingin keluar dari Partai. Ini adalah ikhtiar saya untuk sejalan dengan platform partai,” kata Bima.

Baca juga : Buka Pidato di Konser Putih Bersatu, Jokowi: Angkat Jempolnya!

Menurutnya, sejak awal ia sudah tidak setuju dengan langkah PAN mendukung pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Terlebih, pasangan itu berasal dari partai yang sama.

“Ketika waktu itu pan berkumpul mendukung Prabowo Sandi saya sudah sampaikan masa (dari) Gerindra (dan) Gerindra. Saya enggak habis pikir kenapa harus seperti itu,” bebernya.

Bima sengaja baru mendeklarasikan dukungannya pascapurna jabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 dengan alasan menghormati Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

“Karena janji saya kepada Ketum untuk netral. Kan sekarang saya bukan kepala daerah,” tuturnya.

Baca juga : Erwin Aksa Nonaktif dari Golkar, ‘Saya dan Sandiaga Sahabat Sejati’

Masa jabatan Bima sebagai Wali Kota Bogor sudah selesai sejak 7 April lalu. Saat ini, posisinya digantikan Sekda. Bima Arya dan wakilnya Dedie Rachim akan dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor terpilih dilantik usai Pemilu.

Tokoh politik koalisi Jokowi-Ma’ruf seperti Budiman Sujatmiko dari  PDIP, dan Wanda Hamidah dari Partai Nasdem turut hadir di acara itu. Kemudian hadir pula salah satu ulama kondang, Yusuf Mansur.

Wanda mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bima Arya. “Saya menjadi kader PAN selama 16 tahun, tapi kemudian dikeluarkan gara-gara dukung Jokowi. Bagi saya negara lebih penting,” kata Wanda. (*)

DomaiNesia

Berita Terkait