29 C
Indonesia
April 23, 2019
Home » Blog » WNI Dihalangi Mencoblos, Muncul Petisi Pemilu di Australia Diulang
Internasional PILPRES 2019

WNI Dihalangi Mencoblos, Muncul Petisi Pemilu di Australia Diulang

IDNNews.id, Jakarta – Muncul petisi yang mendesak agar pemilu Indonesia di Sydney, Australia, diulang karena dilaporkan ada kecurangan dalam penyelenggaraan pemungutan suara di sana kemarin.

Sebagaimana dikutip dari laman petisi online, Change.org, sebuah akun bernama The Rock mengklaim bahwa ratusan warga Indonesia yang mempunyai hak pilih tidak diizinkan mencoblos padahal sudah ada antrean panjang di depan TPS Townhall sejak siang.

“Proses yg panjang dan ketidakmampuan PPLN [Panitia Pemilihan Luar Negeri] Sydney sebagai penyelenggara menyebabkan antrian tidak bisa berakhir sampai jam 6 sore waktu setempat. Sehingga ratusan orang yg sudah mengantri sekitar 2 jam tidak dapat melakukan hak dan kewajibannya untuk memilih karena PPLN dengan sengaja menutup TPS tepat jam 6 sore tanpa menghiraukan ratusan pemilih yg mengantri di luar,” tulis The Rock.

Baca juga : Terbaring Sakit, Seorang Pria Diantar Ambulans “Nyoblos” ke KBRI Singapura

“Untuk itulah komunitas masyarakat Indonesia menuntut pemilu ulang 2019 di Sydney Australia. Besar harapan kami KPU, Bawaslu dan Presiden Joko Widodo bisa mendengar, menyelidiki dan menyetujui tuntutan kami. Sekian dan Terimakasih.”

Petisi berjudul “Pemilu ulang pilpres di Sydney Australia” itu sudah ditandatangani oleh 16.646 orang sejak diunggah kemarin, berdasarkan informasi yang diakses VIVA pada Senin, 15 April 2019.

Seorang warga Indonesia di Malaysia, Linggawati Suwahjo, sebelumnya melaporkan peristiwa tentang dugaan kecurangan pemilu di Sydney. Lingga mengaku tidak dapat memberikan hak suaranya karena dia terdaftar sebagai pemilu dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). Sebab Lingga pindah dari Jakarta Barat ke Sydney.

Foto : Istimewa

Lingga lantas mendatangi kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney untuk memberikan suaranya. Petugas di KJRI memberitahukan kepada Lingga bahwa namanya terdaftar di TPS 5 di Sydney Town Hall George Street.

Tapi Lingga tak dapat segera masuk ke bilik TPS dan dia harus menunggu. Sayang, penantiannya sia-sia karena dia tidak bisa memilih, padahal petugas sudah menyuruhnya untuk menunggu.

Petugas KJRI, katanya, menerapkan sistem time out atau waktu habis dengan tenggat yang sangat terbatas, yaitu satu jam saja, bagi WNI yang membawa formulir A5. Mestinya dapat diperpanjang jika melihat antusiasme masyarakat Indonesia di sana.

Baca juga : Antrean Pemilih Mengular di KBRI Singapura Sejak Pagi

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyesalkan peristiwa itu karena mestinya penyelenggara pemilu memfasilitasi setiap warga Indonesia di sana untuk memberikan hak suaranya.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, mengingatkan bahwa hak memilih setiap warga negara dijamin oleh konstitusi dan tidak boleh dihambat, termasuk ketika berhadapan dengan persoalan administrasi. Menurutnya, mereka yang menghalangi atau menghambat bisa diancam dengan hukuman dua tahun penjara.

“Mereka datang telah mendaftar dan tidak bisa menggunakan hak pilihnya itu merupakan kejahatan demokrasi dengan sanksi pidana dua tahun penjara, bagi mereka yang menghalang-halangi warga negara yang punya hak konstitusional untuk memilih, karena itu MK telah menetapkan hukum konstitusi,” kata Hasto di Media Center Jokowi-Ma’ruf, di Jakarta, Minggu, 14 April seperti dilansir viva. (*)

hosting indonesia

Berita Pilihan

1 comment

KPU: Pemilih dalam Antrean Boleh Mencoblos Meski Sudah Lewat Pukul 13.00 - IDNNews April 15, 2019 at 5:54 pm

[…] WNI Dihalangi Mencoblos, Muncul Petisi Pemilu di Australia… […]

Reply

Leave a Reply

%d bloggers like this: