Home » 15 Juni, Penerimaan Peserta Didik Baru di Batam Dilakukan Secara Online

15 Juni, Penerimaan Peserta Didik Baru di Batam Dilakukan Secara Online

IDNNews.id, Batam – Jika tidak ada halangan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan Kota Batam, akan membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 pada 15 Juni 2020 mendatang.

Dimana penerimaan PPDB ini, nantinya akan dilakukan secara online atau daring. Sehingga selama pendaftaran ini, tidak lagi dilakukan dengan cara mendatangi sekolah.

“Pembukaan PPDB akan dilakukan 15 Juni 2020. Dan dilakukan secara online. Dan akan tidak lagi membuka pendaftaran dengan cara loket seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan saat ditemui awak media di kawasan Batam Center, pada Kamis (28/5/2020) siang.

Ia pun menegaskan, untuk daya tampung di setiap sekolah nantinya akan berpatokan pada usulan masing-masing sekolah. Contohnya, SD, sebelumnya pihak SD tersebut menamatkan berapa orang, berarti sebesar itu juga sekolah menerima peserta didik.

Baca Juga  Sabtu Malam, All New Honda Scoopy Generasi Terbaru Diluncurkan di Kepri

Sesuai dengan edaran menteri, untuk siswa SMP kita tetap dengan ketentuan yang ada. Yakni tahun ini, jumlahnya 36 pelajar dalam satu kelasnya, baik SMP maupun SD.

“Namun semuanya tergantung perkembangannya nanti. Karena saat ini masih dalam suasana Covid-19,” jelasnya.

Kalau nanti ada orang tua yang tak mampu namun ingin memasukkan anaknya ke swasta, tambahnya, nanti akan dilaporkannya ke Wali Kota Batam.

“Apabila disetujui, kita tambah jadi 40 atau 42. tapi itu tergantung pimpinan nanti,” jelasnya.

Ketika disinggung terkait jaminan jaringan dan kualitas sistem online yang akan digunakan dalam proses PPDB online tersebut, pihaknya menegaskan akan melakukan hal ini. ‘

Baca Juga  Melalui Budidaya Rumput Laut, Bright PLN Batam Tingkatkan Perekonomian Masyarakat di Pulau Amat Belanda

“Kalau sudah ada 1.000 orang yang buka sistem tersebut, maka sisanya tak bisa masuk. Dan jika sudah selesai, maka sisanya bisa masuk. Jadi sistem antri,” kata Hendri.

Dengan waktu pendaftaran online yang cukup panjang, Hendri berharap orangtua bisa belajar menggunakan sistem online apabila belum memahami. Sehingga tidak perlu repot lagi datang ke sekolah. (***/Iman)


DomaiNesia