Home » IDN Community Writer: Cerita Pendek Sarjana Vs Lulusan SD

IDN Community Writer: Cerita Pendek Sarjana Vs Lulusan SD

Percakapan antara dua orang dengan tingkat pendidikan yang berbeda, menimbulkan kagum tersendiri bagi saya.

Si Sarjana bercerita bagaikan kandidat anggota DPR, sedangkan si Tukang Tani yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) hanya mendengarkan dan sesekali menyela perbincangan.

Si sarjana dengan kepala tegap, mata menyongsong ke atas dan dada di busung ke depan bercerita tentang 4 tahun masa kuliah, sedangkan si tani hanya terpelongo bingung untuk menangkap inti dari cerita tersebut. Si sarjana terus membanggakan almamater yang ia kenakan selama 4 tahun itu, sedangkan si tani terus memperhatikan si sarjana bercerita.

Kemudian si tani pun bertanya keheranan. Apa yang engkau dapat selama 4 tahun tersebut? dengan nada sedikit tegas bak angkatan laut yang habis berenang menyebrangi selat malaka si Sarjana pun menjawab,

“Yang saya dapatkan selama 4 tahun itu adalah pengetahuan, teman, link, berorganisasi, dan banyak hal lainnya yang tak bisa disebut satu persatu”.

Agak sedikit bingung lantas si tani kembali melontarkan pertanyaan ke sarjana. Setelah itu, apakah semua itu berguna bagi kehidupanmu?

sembari mengerutkan dahi nya yang bagaikan lapangan sepak takraw si sarjana pun kembali menjawab dengan gagahnya, “Oh tentu saja berguna, nyatanya saya mempunyai nama tambahan di akhir nama saya, dan mungkin jika nanti saya nikah nama tambahan tersebut bisa jadi pembeda strata saya kepada masyarakat sekitar dan saya juga akan memilih kerjaan yang pas dengan background pendidikan saya”.

si tani bertanya kembali, Trus kenapa sampai sekarang kamu belum bekerja? si Sarjana pun menjawab dengan nada yang agak terbata-bata.

“Saya belum bekerja karena saya memilih mencari yang sesuai, rugi dong dengan gelar sarjana saya..

(Tampak hening seketika)

terus giliran si sarjana yang kembali bertanya kepada si tani, “Hey tani, apa yang kamu kerjakan selama ini? Bukankah waktu mu terbuang sia-sia sejak kau berhenti sekolah dulu?”

Si tani dengan santainya menjawab, “iya waktu saya terbuang percuma, dan saya iri terhadap mu yang bisa meneruskan sekolah sampai dapat gelar sarjana, yang saya lakukan selama ini ialah saya terus bekerja, bekerja, dan bekerja demi kelangsungan hidup saya karena saya tidak seberuntung kamu”.

Si sarjana pun kembali bertanya, Lantas selama ini kamu bekerja, apa yang sudah kamu dapat? si tani menjawab dengan nada lembut selembut belaiannya Lucinta Luna,

“Yang saya dapat selama ini ya pengalaman hidup”. sambil terherman-herman si sarjana kembali bertanya,

Pengalaman hidup seperti apa yang kamu maksud? “Pengalaman hidup yang saya maksud ialah, pengalaman hidup untuk bertahan hidup, sebab kita hidup untuk mati, itu menurut pendapatku saja sih, terus berusaha dalam segala kondisi, tak perlu malu dengan strata, berjuang demi menggapai kebahagiaan,” begitu si tani menjawab.

Tampak raut wajah sisarjana masih bingung akan jawaban si tani, si tani pun kembali menjelaskan kepada si sarjana, intinya saya sudah cukup bahagia dengan apa yang sudah saya miliki saat ini.

si sarjana masih bingung, karena si sarjana berfikir bahwa si tani hanyalah seorang petani dan lulusan sekolah dasar pula, kok dia bisa membahagiakan keluarganya???? ( Timbul banyak spekulasi ).

Si tani pun kembali bertanya, “Hey sarjana, bukan karena aku seorang petani lantas aku tidap dapat membahagiakan keluarga ku, bukan hanya karena saya lulusan sekolah dasar, lantas saya tidap dapat membahagiakan keluarga ku, yang membedakan saya dan dirimu ialah, saya berjuang lebih dulu, masuk kedalam jurang kehidupan yang sejatinya ketika diusia saya dulu itu bukan waktu yang tepat bagi saya, sedang kan kamu diusia mu yang sekarang pun engkau masih bersembunyi dibalik ketiak orang tuamu dan kau juga dulu sebelum menjadi sarjana masih meminta-minta belas kasih dari orang tua mu demi kebutuhan hidup mu selama sebulan dan juga biaya kos-kos an mu…..

Bukannya saat ini kamu TIDAK bisa membahagiakan keluarga mu, hanya saja kamu BELUM bisa. dan kamu terlalu mengedepankan ego mu, di jaman sekarang bukan gelar yang terpenting melainkan apa yang bisa kamu berikan untuk yang terbaik.

Kondy Bayu Eka Saputra

 

 

 

 

 

IDNNews Community Writer adalah sebuah platform yang memasilitasi para penulis untuk mengespresikan dirinya. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis


PERKEMBANGAN COVID-19 KASUS

DomaiNesia