Home » Kemendikbud Akan Sederhanakan Kurikulum di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama

Kemendikbud Akan Sederhanakan Kurikulum di Sekolah Dasar dan Menengah Pertama

IDNNews.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana akan menyederhanakan kurikulum pendidikan dan mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal tersebut diungkapkan anggota Badan Standar Nasional Pendidikan Kemendikbud, Doni Koesoema, usai diskusi ‘Membedah Zonasi’ di Lembaga Administrasi Negara, Rabu (27/11).

“Betul, menyederhanakan regulasi, menyederhanakan kurikulum itu sangat perlu, terlalu bertele-tele,” ujar Doni saat ditanya apakah ada wacana Mendikbud Nadiem menyederhakan regulasi terkait pendidikan.

Kurikulum serta mata pelajaran di SD dan SMP saat ini, menurut Doni, jumlahnya terlalu banyak. Sehingga akan disederhanakan lewat revisi undang-undang yang mengatur sistem pendidikan nasional.

Baca juga : Tahun 2020, Dinas Pendidikan Bakal Bangun Sekolah dan Ruang Kelas Baru

“Kurikulum kita itu isinya kan masih banyak, jadi materi SD, SMP itu banyak sekali, itu harus disederhanakan. Terus misalkan kita mau merevisi undang-undang Sisdiknas (sistem pendidikan nasional), nama mata pelajaran itu kan ada di undang-undang Sisdiknas,” ujar Doni.
“Nah itu harus diperbaiki, jangan sampai terlalu banyak seperti sekarang itu sampai 15. Itu terlalu banyak untuk anak SD, SMP. Jadi kita perlu memikirkan menyederhanakan saja,” jelasnya dilansir kumparan.

Sebagaimana arahan Mendikbud, Nadiem Makarim, kata Doni, kurikulum dan mata pelajaran SD-SMP nantinya bakal mengarah kepada penggalian potensi dan bakat masing-masing siswa. Menurut Doni, sistem pendidikan ini telah banyak dijalankan di sekolah negara-negara maju, seperti Finlandia.

“Ya sebenarnya yang sifatnya tematik ya, jadi kayak di Finlandia itu mereka berbasis proyek, enggak berbasis mata pelajaran, di kita kan masih berbasis mata pelajaran, sehingga itu enggak jalan di tempat kita, sains, teknologi, art, matematika, itu enggak jalan, karena kita hanya berdasarkan mata pelajaran,” ujarnya. (*)

Baca Juga  Kabid Dokes Polda Kepri: Ada Tanda Kekerasan di Tubuh ABK WNI China Lu Huang Yuan Yu 117

PERKEMBANGAN COVID-19 KASUS

DomaiNesia

Berita Terkait