Home » Presiden Jokowi Minta Kasus Novel Baswedan Terungkap Dalam Hitungan Hari

Presiden Jokowi Minta Kasus Novel Baswedan Terungkap Dalam Hitungan Hari

Joko Widodo, Indonesia's president, gestures as he speaks during an interview in Jakarta, Indonesia, on Friday, July 12, 2019. Widodo vowed to implement a wave of reforms to attract foreign investment as he looks to unleash the potential of Southeast Asia’s biggest economy during his second term in office. Photographer: Dimas Ardian/Bloomberg

IDNnews.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo ingin agar kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan terungkap dalam hitungan hari.

“Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian,” kata Jokowi di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca juga : Jokowi Setuju Koruptor Dihukum Mati Jika Rakyat Berkehendak

Jokowi yakin kasus Novel segera terungkap berdasarkan laporan terakhir yang disampaikan Kapolri Idham Azis.

Saat dipanggil ke Istana pada Senin kemarin, Idham melaporkan bahwa sudah ada temuan baru dalam pengusutan kasus ini.

“Ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan,” ujar Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi mengaku tidak akan memberi tenggat waktu lagi bagi Polri. Ia hanya ingin agar kasus yang telah terjadi sejak 2,5 tahun lalu ini bisa secepatnya menemukan titik terang.

“Saya bilang secepatnya segera diumumkan siapa,” kata Kepala Negara.

Jokowi sebelumnya memberi tenggat waktu sampai awal Desember 2019 bagi Polri mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel. Hal itu disampaikan Jokowi usai melantik Idham Azis sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/10/2019) seperti dilansir kompas.com

Baca juga : Rudiantara Jadi Dirut PLN, Sejumlah tantangan yang harus diatasi

Namun Polri menyatakan masih membutuhkan waktu tambahan untuk mengungkap kasus ini. Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal berjanji penyidikan lanjutan tak akan memakan waktu sampai berbulan-bulan.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, Novel baru saja menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akibat penyiraman air keras ini, kedua mata Novel terluka parah. (*)

Baca Juga  Ditreskrimsus Polda Kepri Amankan 2.389 Ponsel Black Market

PERKEMBANGAN COVID-19 KASUS

DomaiNesia

Berita Terkait