Home » OPINI: Ini Caranya Membuat Zakat lebih Ber-Lifesty

OPINI: Ini Caranya Membuat Zakat lebih Ber-Lifesty

Cahyo Budi Santoso
Wakil Ketua 3 BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau

Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Pergi dan akan kembali lagi. Siapa yang akan berjumpa. Hanya Allah-lah yang tahu. Ramadhan disebut bulan zakat. Karena ada kewajiban membayar zakat. Zakat fitrah, pun zakat maal. Zakat fitrah untuk jiwa, zakat maal untuk harta.

Ibadah zakat adalah al maaliyah al ijtima’iyah. Ibadah di bidang harta yang memiliki posisi sosial yang sangat penting dalam menentukan kesejahteraan kehidupan bangsa dan negara.

Esensi zakat adalah memuliakan dan memberdayakan. Baik muzaki maupun mustahik. Meliputi dimensi habluminallah dan habluminnas. Memenuhi aspek ibadah ritual, sekaligus sosial. Kewajiban kepada Tuhan sekaligus memenuhi hak sesama manusia.

Apa dampak zakat ?

  1. Dengan berzakat akan menumbuhkan sifat kasih sayang.
    Apalagi disaat pandemi seperti ini. Pengangguran meningkat. Orang miskin bertambah banyak. Zakat dapat diberikan untuk membantu mereka. Inilah wujud kasih sayang. Yang mampu pada yang tidak mampu.
  2. Membayar zakat akan memberikan ketenangan.
    Setiap manusia pasti punya masalah. Orang yang membayar zakat, betapa besar masalah, dia tetap tenang. Mampu mengendalikan diri.
  3. Dengan berzakat akan menumbuhkan etos kerja dan etika kerja yang baik.
    Zakat dibayarkan dari harta yang halal dan thoyib. Sehingga mendorong mendapatkan penghasilan hanya dengan cara yang halal dan thoyib. Disiplin. Tidak korupsi. Tidak curang, dll.
  4. Dengan berzakat menumbuhkan keberkahan
    Secara nominal, membayar zakat seolah mengurangi harta. Namun dimata Allah, justru menambah. Belum pernah ada sejarah, orang yang bayar zakat kemudian hidupnya jadi susah. Hartanya menjadi berkah. Tidak sakit, jauh dari musibah dll
  5. Dengan berzakat menghapus sifat ego dan kikir
    Didalam harta kita ada hak orang lain. Membayar zakat berarti memberikan harta yang bukan hak kita kepada orang lain. 2,5 Kg beras zakat fitrah. Atau 2,5% dari pendapatan.
Baca Juga  Sahat Tambunan : Demokrat Bakal Prioritaskan Kader Partai di Pilkada Batam

Secara makro ekonomi, zakat akan menumbuhkan keadilan sosial. Menghilangkan kesenjangan dan ketimpangan ekonomi.

Zakat mencegah terpusatnya harta. Mencegah penguasaan harta oleh segelintir orang. Harta yang terpusat, akan menimbukan kesenjangan. Bahkan ketimpangan ekonomi. Distribusi harta mandek. Sirkulasi harta tidak berjalan. Ibarat air. Jika tidak mengalir, akan bau dan tidak sehat.

Menghitung zakat itu mudah. Yang sulit mengeluarkannya.

Untuk itu, zakat harus dilatih dan dibiasakan. Sehingga zakat menjadi gaya hidup (zakat lifestyle). Bagaimana caranya ?

  1. Membiasakan membayar zakat melalui Amil. Mengapa ?
    a. Kedudukan amil, sangat kuat.
    Satu-satu ibadah yang ada petugasnya adalah zakat. Amil adalah petugas zakat yang bertanggungjawab untuk mengumpulkan dan menyalurkan zakat.

Kedudukan ini sebagaimana firman Tuhan dalam QS At Taubah ayat 60 (menyalurkan) dan 130 (mengumpulkan). Kedudukan amil pada hukum positif tercantum dalam UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat. Tanpa amil tidak mungkin zakat itu bisa dioptimalkan. Muzaki hanya mendapatkan doa dari amil.

b. Wujud implementasi sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan sebagai warga negara
Membayar zakat melalui amil, berarti mematuhi perintah Tuhan sekaligus taat kepada perintah konstitusi. Wujud kepatuhan sebagai makhluk ciptaan Tuhan sekaligus sebagai warga negara.

c. Menjaga harkat martabat muzaki dan mustahik.
Kedudukan amil sangat strategis. Menjadi perantara muzaki dan mustahik. Menjaga kemuliaan muzaki dan mustahik. Dengan membayar melalui amil, muzaki tidak menjadi tinggi hati. Tidak merendahkan mustahik. Demikian juga dengan mustahik. Mustahik tidak malu kalau ketemu dengan muzaki. Mustahik tidak minder/rendah diri karena menerima zakat dari petugas zakat bukan dari personal (muzaki).

d. Pengelolaan zakat terukur
Dengan menunaikan melalui amil, akan tercatat dan terdata. Sehingga dapat diukur.

Apakah makin meningkat/menurun? Berapa besar dampak terhadap tujuan zakat ? Apa yang perlu/harus dilakukan ? Siapa yang belum membayar zakat ? Siapa yang sudah ? Siapa yang membutuhkan zakat ? dll

  1. Memperbaiki regulasi
    Produk buatan manusia selalu ada kelemahan. Untuk itu perlu upaya terus menerus dan berkelanjutan. Hingga tercapai kesempurnaan. Salah satu kelemahan regulasi zakat saat ini (UU 23/2011) adalah tidak adanya sanksi bagi wajib zakat.
Baca Juga  Tegah Kapal Tanpa Nama di Perairan Batam, DJBC Kepri Amankan Ponsel Senilai Rp12 Miliar

Membayar zakat sesungguhnya bukanlah sekedar menunaikan kewajiban agama tetapi juga kewajiban manusia yang apabila tidak dijalankan akan berdampak kepada hilangnya hak orang lain (mustahik).

  1. Menjadikan zakat sebagai gerakan.
    Manfaat dan dampak besar zakat hanya bisa wujudkan jika zakat dianggap sebagai sebuah gerakan bersama (ummat). Bukan gerakan masing-masing personal ataupun lembaga. Untuk itu harus ada sinergi antar segenap komponen dan lapisan masyarakat. Kampanye bersama. Sosialisasi bersama. Memberdayakan bersama.

Agar zakat menjadi lifestyle, maka amil harus senantiasa “di hati”. Mendapat tempat dan kepercayaan. Apa yang harus dilakukan ?

  1. Terus melakukan edukasi
    Sosialisasi dan menjelaskan tentang urgensi zakat dan pengelolaannya secara terus menerus. Dengan metode dan pendekatan yang up to date. Sesuai dengan perkembangan zaman. Edukasi oleh pemerintah, lembaga zakat, akademisi maupun tokoh agama dan masyarakat.
  2. Pengelolaan yang amanah, transparan dan akuntabel
    Melaporkan pengelolaan dana zakat secara berkala, baik dan benar. Baik berarti sesuai aturan. Benar berarti sesuai syariah.
  3. Inovatif dalam pengelolaan
    Membuat terobosan inovatif baik dalam pengumpulan maupun pemberdayaan zakat. Metode pengumpulan yang mudah, cepat dan tepat. Program pemberdayaan yang berorientasi pemberdayaan dan berdampak besar, luas dan jangka panjang. Seperti pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Yuks, jadikan zakat sebagai gaya hidup. Zakat lifestyle, yes !


PERKEMBANGAN COVID-19 KASUS

DomaiNesia

Berita Terkait