Home » Tradisi Marandang Menyambut Idul Fitri dan Hari Besar Islam di Minangkabau

Tradisi Marandang Menyambut Idul Fitri dan Hari Besar Islam di Minangkabau

proses masak randang {Foto:IDNnews.id]

IDNnews.id, Padang Panjang – Selain tradisi malamang, marandang atau memasak rendang menjadi tradisi minang yang turun temurun di Sumatera Barat. Tradisi ini biasanya dilakukan di saat hari-hari tertentu di antaranya saat menjelang Hari Raya Idul Fitri tiba.

Marandang dalam Bahasa Minang dapat diartikan sebagai kegiatan memasak rendang. Rendang sendiri dikenal sebagai makanan khas Minangkabau yang berbahan dasar daging sapi atau kerbau dan berwarna gelap.

Sama seperti malamang, marandang ini juga sering ditemui di acara-acara adat dan menyambut hari-hari besar keagamaan seperti saat Idul fitri ini. Hampir setiap rumah di Ranah Minang melakukannya agar bisa disantap bersama saat dikunjungi kerabat.

Ketua Bundo Kanduang Kota Padang Panjang, Bundo Reflida mengatakan marandang menjelang lebaran adalah suatu ciri khas utama masyarakat minang di Sumatera Barat khususnya di Padang Panjang.

“Randang merupakan menu utama yang disajikan turun temurun saat memasuki hari – hari besar Islam atau acara tertentu, Randang juga merupakan ciri khas kuliner urang minang khusus nya Padang panjang, “ucapnya

Menurutnya, memasak Rendang di hari-hari tertentu sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang. Seperti marandang dalam menghadapi bulan suci ramadhan dan lebaran serta acara adat, pesta lainnya.

Dijelaskan, rendang sendiri memiliki 4 bahagian :

  1. Daging sapi/kerbau merupakan lambang ninik mamak para pemimpin adat
  2. Santan merupakan lambang cadiak pandai kaum (intelektual) yang membantu pemimpin adat dalam memecahkan masalah di masyarakat
  3. Lado/Cabe merupakan lambang alim ulama yang cerdas dan tegas untuk menjalankan Syari’at agama
  4. Bumbu atau rempah merupakan lambang masyarakat Minangkabau termasuk Bundo kanduang
masak rendang {Foto:IDNnews.id]

“Masing-masing daerah memiliki pilihan bumbu yang berbeda-beda, rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat minangkabau yaitu musyawarah dan mufakat, “jelasnya.

Baca Juga  XL Axiata Ajak Mahasiswa Pahami Dunia Bisnis

Meskipun rendang adalah masakan tradisional, namun rendang memiliki posisi makanan yang terhormat dalam budaya masyarakat di minangkabau. (*/ Kominfo)


PERKEMBANGAN COVID-19 KASUS

DomaiNesia

Berita Terkait