Home » Taba Iskandar: Penerapan New Normal Ibaratkan ‘Pisau Bermata Dua’

Taba Iskandar: Penerapan New Normal Ibaratkan ‘Pisau Bermata Dua’

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri, Taba Iskandar.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri, Taba Iskandar.

IDNNews.id, Batam – Pemerintah Pusat bakal menerapkan aturan baru bertajuk New Normal di masa Pandemi Covid-19 ini. Dimana hal ini diharapkan akan mampu menggerakan kegiatan perekonomian yang laju pertumbuhannya sempat terpuruk di kuartal I-2020, yaitu hanya 2,97% (data BPS,red).

Penerapan ini pun, dipandang Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri Taba Iskandar bisa diibaratkan dua ‘mata pisau’. Dimana, jika penerapannya jauh dari apa yang diharapkan akan menimbulkan dampak yang sama-sama merugikan. Khususnya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri, Taba Iskandar.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri, Taba Iskandar.

“Kondisi New Normal ini, bisa dipandang dari dua aspek yang berbeda. Yakni aspek medis atau kesehatan yang menurut saya tidak terlalu baik, Dan mengandung resiko yang cukup tinggi. Karena Jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan masif. Bisa berakibat fatal. Sedangkan dari aspek ekonomi, bisa jadi berdampak baik jika diterapkan dengan benar. Oleh karena itu, New Normal masih sangat memungkinkan aktivitas roda ekonomi berjalan dengan baik, walau
dalam kondisi pandemi saat ini,” terang Taba Iskandar saat dihubungi IDNNews.id, Selasa (26/5/2020).

New normal dilihat dari segi ekonomi secara umum, tentunya akan berdampak baik bagi perekonomian.

Akan tetapi pemerintah Harus terlebih dahulu menyosialisikan dan menjelaskan ke semua elemen masyarakat.

Apa yg dimaksud dgn New Normal itu. Mengingat, apabila pemerintah, rakyat dan pelaku usaha tidak satu kata dan pemahaman, maka bukan kehidupan ekonomi yang lebih didapatkan, malahan kondisi ekonomi yang lebih buruk dan rantai penularan virus Covid-19, akan semakin panjang dan tidak akan pernah berahir.

Maka dari itu untuk mengembalikan kondisi ekonomi yang sebelumnya ‘nyaris KO’ oleh Pandemi Covid-19, kiranya tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sangat dekat. Sehingga, sangat diperlukan terobosan ‘jitu’ dalam mendongkraknya. Dan tentunya, menggunakan pola berbeda dari biasanya.

Baca Juga  Tegah Kapal Tanpa Nama di Perairan Batam, DJBC Kepri Amankan Ponsel Senilai Rp12 Miliar

“Untuk itu, jika wacana New Normal ini dilaksanakan maka perlu dilakukan sebuah protokol kesehatan yang sangat ketat. Mulai dari pengenaan masker, menjaga jarak, menyediakan hand sanitizer, hingga perlu adanya pengawasan dari tim secara aktif bagi pelanggar protokol kesehatan itu sendiri,” terangnya.

Selain itu, diperlukan adanya deregulasi baru atau pencabutan atau pengurangan regulasi negara yang berhubungan dengan ruang lingkup ekonomi, terhadap beberapa aturan yang dianggap memberatkan dunia usaha.

Serta adanya insentif khusus bagi investor. Sehingga ada ‘gairah baru’ dalam ‘menggoda’ masuknya investasi ke wilayah Kepri.

“Yang harus menjadi perhatian adalah, bahwa untuk menerapkan kondisi New Normal dapat berjalan dengan baik tidaklah gampang dan mudah. Setidaknya memerlukan beberapa kesiapan pemerintah untuk menjalankannya. Dan paling tidak, untuk langkah awal harus dilakukan sosialisasi dan edukasi yang masif dan intensif kpd masyarakat. Karena apabila tidak dipahami betul bagaimana protokol kesehatan di kondisi New Normal, maka bukan perbaikan ekonomi yang didapat. Melainkan bencana besar yang mengancam. Ya Seperti pisau bermata dua,” tegasnya. (Iman Suryanto)


PERKEMBANGAN COVID-19 KASUS

DomaiNesia

Berita Terkait