Home » Dalami Dugaan Korupsi Importasi Tekstil, Kejagung Periksa Kepala Bea dan Cuka Batam

Dalami Dugaan Korupsi Importasi Tekstil, Kejagung Periksa Kepala Bea dan Cuka Batam

Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono
Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono

DNNews.id, Jakarta – Pemeriksaan terhadap dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan importasi tekstil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2018-2020, kembali digelar Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia, Selasa (30/6/2020) kemarin.

Jaksa penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung RI, melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe B Batam di Jakarta.

“Benar yang bersangkutan hadir dalam panggilan yang kami lakukan, dan diperiksa sebagai saksi. Setelah penetapan 4 petugas Bea Cukai menjadi tersangka, atas temuan 27 kontainer berisi tekstil import,” jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono, Rabu (1/7/2020).

Hari menambahkan, tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap Susila Brata, pihak Kejagung juga melakukan pemanggilan terhadap Yosef Hendriansyah selaku Kabid PFPC 1, Mohammad Munif selaku Kabid P2.

Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono
Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono

Arif Setiawan yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen II, Anugrah Ramadhan Utama dan Randuk Marito Siregar sebagai Pemeriksa Barang.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pemeriksaan terhadap Robert selaku Direktur PT Ciptagria Mutiarabusana. “Penyidik saat ini mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti dari semua pihak,” lanjutnya.

Secara singkat, Hari menuturkan adapun pertanyaan dari pihak penyidik seputar tata laksana proses importasi barang dari luar negeri khususnya untuk tekstil yang mempunyai pengecualian tertentu dengan barang importasi lainnya.

“Total kemarin, 7 orang saksi. Kita cari tahu tata cara dari Bea Cukai Batam, serta mengumpulkan bukti lanjutan,” tutupnya. (***)

Baca Juga  Siapkan Seragam Baru, Wali Kota Minta Kepala Sekolah Data Siswa Tak Mampu

PERKEMBANGAN COVID-19 KASUS

DomaiNesia

Berita Terkait