Home » Dendi: BP Batam Tidak Akan Berikan Bantuan Hukum untuk Oknum Pegawai Penipuan Dokumen UWTO

Dendi: BP Batam Tidak Akan Berikan Bantuan Hukum untuk Oknum Pegawai Penipuan Dokumen UWTO

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar
Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar

IDNNews.id, Batam – Pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan, tidak ada memberikan bantuan hukum terhadap oknum pegawainya yang melakukan pemalsuan dokumen Faktur Uang Wajib Tahunan (UWT) senilai Rp2,8 miliar oleh aparat kepolisian dari Polda Kepri beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Dendi Gustinandar saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. “Sehubungan hal tersebut, BP Batam tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap oknum pegawai BP Batam ini,” jelas Dendi.

Pihaknya juga menjelaskan, dalam proses pelayanan dokumen lahan, Faktur UWT diterbitkan secara online dan hanya bisa dilihat atau diakses oleh pemohon.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Dendi Gustinandar

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh atas praktik-praktik seperti ini.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, agar jangan mudah terpengaruh dan hendaknya selalu waspada dengan praktek penipuan, pencaloan, dan hal-hal lainnya yang akan merugikan di kemudian hari,” jelasenya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri mengamankan dua orang berinisial A dan ALH, yang diduga melakukan Tindak Pidana pemalsuan surat mengatasnamanakan BP Batam, pada Rabu (29/7/2020).

Tim yang langsung dipimpin oleh Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H mengamankan salah satu pelaku di salah satu Bank Swasta di Kota Batam.

“Tim mengamankan pelaku disaat akan melakukan transaksi untuk pembayaran UWTO dengan menggunakan surat palsu,” jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

Pembayaran UWTO dengan surat palsu atau faktur palsu tersebut, senilai Rp. 2.800.000.000.

Dimana pelaku merupakan oknum pegawai di BP Batam meminta kepada korban nya (salah satu Perusahaan di Kota Batam) sebesar Rp. 12.000.000.000.

“Saat ini kita dari Ditreskrimum Polda Kepri masih terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, jika sudah ditetapkan Tersangkanya akan disampaikan kembali.” Jelas Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK. saat dihubungi melalui telepon. (Iman)

Baca Juga  Update Selasa : 14 Orang Warga Sumbar Terkonfirmasi Positif Covid-19

PERKEMBANGAN COVID-19 KASUS

DomaiNesia

Berita Terkait