Home » 30 Pekerja Tewas, Polisi Tetapkan Pengusaha dan Manager Pabrik Korek Tersangka

30 Pekerja Tewas, Polisi Tetapkan Pengusaha dan Manager Pabrik Korek Tersangka

IDNNews.id, Medan – Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, pihaknya telah menetapkan BH dan LW, pengusaha dan manajer pabrik yang terbakar di Binjai, Sumatera Utara, sebagai tersangka.

“BH dan LW, pengusaha dan supervisor yang kita mintai keterangan sudah kami tingkatkan statusnya jadi tersangka. Keduanya sudah ditahan dan masih diperiksa secara intensif,” kata Nugroho sebagaimana dilansir Kompas, Sabtu (22/6/2019).

Burhan dan Lismawarni ditetapkan tersangka karena dinilai mengabaikan keselamatan dan keamanan pekerjanya. Menurut AKBP Nugroho, pabrik selama ini tidak memiliki standar operasional serta izin yang belum jelas.

“Usaha yang dilakukan Burhan tidak hanya di TKP saja. Usaha mereka berdua juga beroperasi di lokasi lain, di Kabupaten Langkat. Kami cek izinnya di beberapa tempat. Di Binjai ada dua dan satu di Langkat. Kami sudah cek, izinnya enggak ada di sini,” kata dia.

Informasi yang berhasil diperoleh, pabrik tersebut merupakan rumah milik SM (47) yang disewakan kepada BH. Selama ini rumah tersebut selalu terkunci rapat dari dalam.

Istimewa

Selain kedua tersangka, polisi terus melakukan penyelidikan dan pengembangan, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Polisi menduga, ada oknum lain yang merupakan atasan Burhan dan Lismawarni.

Diberitakan sebelumnya, 30 orang tewas dalam kebakaran pabrik korek api gas di Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019). Para korban tewas karena terkurung di ruangan yang terbakar.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, korban yang berhasil selamat, yakni Pipit (29), Ayu Anita Sari (29), Ariyani (30) dan Nurasiyah (24).

Kapolsek Binjai AKP B Naibaho yang ditemui di lokasi mengatakan, pabrik yang beroperasi kurang lebih tiga tahun belakangan ini merupakan tempat perakitan kepala korek api (macis) yang ilegal.

Baca Juga  230 Organisasi hingga Paguyuban Dukung Soerya Respationo di Pilkada Kepri

“Jadi macis yang datang dari Medan itu sudah berisi gas. Nah di sini, hanya merakit kepala batu macis lalu di-packing,” ujarnya. (*/kcm)


DomaiNesia

Berita Terkait