Home » Ada Peningkatan Kasus Covid-19, Ketua DPRD Batam Minta Evaluasi Bersama

Ada Peningkatan Kasus Covid-19, Ketua DPRD Batam Minta Evaluasi Bersama

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto

IDNNews.id, Batam – Peningkatan kasus covid-19 di Kota Batam, kiranya menjadi perhatian bersama untuk menekan dan mengantisipasinya. Tercatat, pada Minggu (2/4/2021) ada 708 orang yang dirawat akibat Covid-19, dengan demikian total jumlah masyarakat yang dirawat karena Covid-19 di Batam mencapai 7.323 orang.

Melihat hal tersebut, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto meminta kepada semua pihak untuk melakukan evaluasi bersama. Baik dari unsur Pemerintahan maupun masyarakat. Mengingat, ini adalah tragedi bersama dan sebuah ujian.

Dan pihaknya sangat yakin satgas Covid-19 dalam bekerjanya tidak main-main dan telah bekerja keras untuk menekan ini.

Melihat ini, Nuryanto pun memandang sepertinya kebijakan anggaran di DPRD Batam pun sepertinya mengarah dan akan difokuskan ke sana. Dan tentunya, diperlukan kesadaran bersama. Mengingat, tidak mungkin pemerintah dan timnya berdiri sendiri tanpa didukung tanpa masyarakat.

Baca Juga  Libur Lebaran, Saatnya ke di HARRIS Resort Barelang. 'Banyak Promo Loh'
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto

“Saya berharap, pertemuan yang sifatntya mengumpulkan masyarakaat kiranya bisa dievaluasi demi kepentingan keamanan dan kesehatan bersama. Selain itu, penerapan protokol Kesehatan harus betul-betul dijalankan dan diketatkan,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/5/2021).

Ketika disinggung mengenai kemungkinan adanya bantuan paket sembako kepada masyarakat, jika adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat, pihaknya memandang hal tersebut memungkinkan.

“Saya pikir dan tidak salahnya perlu dilakukan kembali program pemberian paket sembako kepada masyarakat, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya,” terangnya.

Mengingat, jika diketatkan protokol kesehatan namun tapi tidak ada bantuan atau subsidi ke masyarakat maka akan menimbulkan permaslahaan ekonomi nantinya.

“Dan kami mendorong agar Pemerintah Daerah kembali mengucurkan dana bantuan untuk masyarakat. Meski adanya refocusing lagi, kita akan tetap mendukung,” terangnya.

Baca Juga  Jadi Green Hospital, Ini Yang Dilakukan RSBP Batam

Sebelumnya, Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, mengatakan pertumbuhan kasus itu agak kontras dengan hasil survei pusat yang menyebut tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan (protkes) di Batam mencapai 90 persen. Namun, angka kasus belum berhasil dihentikan.

”Menurut saya, kemungkinan terpapar saat makan dan ngobrol dengan teman dan tidak menggunakan masker, dan jaga jarak. Jadi, penyebab berkembangnya kasus untuk saat ini masih karena melemahnya penerapan protkes (protokol kesehatan),” ujarnya.

Ilustrasi tes Covid-19
Ilustrasi tes Covid-19

Upaya menekan gelombang kasus Covid-19 menjadi konsen Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Namun, jumlah kasus terus bertambah. Menurunnya tingkat kesadaran masyarakat menerapkan protkes juga menjadi faktor.

Baca Juga  Sepanjang Tahun 2021, Santunan untuk Korban dari PT Jasa Raharja Kepri Alami Peningkatan

Selain itu, peningkatan juga dilakukan bagi PMI yang pulang melalui Batam. Akibatnya, ada varian baru, pengawasan lebih ditingkatkan. Setiap PMI yang datang langsung dikarantina dengan ketat, sehingga PMI tidak bisa meninggalkan tempat karantina sebelum diperbolehkan.

“Tentu adanya varian baru ini, harus ada peningkatan pengawasan. Dan Satgasnya juga sudah terbentuk guna memastikan proses pemulangan PMI lancar sampai akhir,” tambahnya.(Iman Suryanto)


DomaiNesia