Home » Adang Badai Resesi, Kamar Dagang dan Industri Gagas Deklarasi Kepri Bangkit

Adang Badai Resesi, Kamar Dagang dan Industri Gagas Deklarasi Kepri Bangkit

Ketua Kadin Kepri Akhmad Maruf Maulana
Ketua Kadin Kepri Akhmad Maruf Maulana

IDNNews.id, Batam – Sebagai salah satu cara dalam mempercepat recovery ekonomi pasca-pandemik Covid-19, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulaun Riau (Kepri) bakal menggagas aksi nyata pendongkar pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepri. ‘Deklarasi Kepri Bangkit’ nama gerakan tersebut.

Ketua Umum Kadin Kepri Akhmad Ma’ruf Maualana menegaskan bahwa program ini akan dideklarasikan setelah Pemerintah Pusat menyatakan Indonesia, khususnya Provinsi Kepri aman dari penyebaran Virus Corona atau Covid-19 ini.

“Gagasan ini muncul setelah melihat terpuruk dan terpukulnya ekonomi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Kepri. Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk bergandeng tangan dan secara bersama-sama membangkitkan perekonomian di Kepri yang kita cintai ini,” jelasnya.

Ketua Kadin Kepri Akhmad Maruf Maulana
Ketua Kadin Kepri Akhmad Maruf Maulana

Ia pun menegaskan, Tim Recovery saat ini sedang berkomunikasi dan mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dengan Kadin se-Provinsi Kepri, Asosiasi Pengusaha Indonesia, Real Estate Indonesia, Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan sejumlah asosiasi dan Himpunan Pengusaha yang ada di Kepri.

Baca Juga  Geostrategis Jadi Pertimbangan Pusat Data Nasional di Batam

Disamping itu, pihaknya akan mengajak tokoh Pers, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perguruan tinggi/Universitas, dan para tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh politik daerah, serta seluruh elemen serikat pekerja/buruh untuk ikut serta dalam gerakan ini.

“Percepatan recovery ekonomi, merupakan salah satu langkah yang bisa memangkas biaya ekonomi tinggi dan menjadi penghambat kebangkitan ekonomi di Kepri. Kadin Kepri sangat optimis, jika biaya bisa dipangkas, berbagai kendala yang dihadapi akan bisa diminimalkan. Oleh karena itu, ekonomi Kepri bisa bangkit lebih cepat, sehingga lapangan kerja kembali terbuka, produksi terus berjalan, dan pendapatan daerah akan kembali meningkat,” terangnya.

Dengan adanya deklarasi Kepri Bangkit ini, tambahnya, maka tidak akan ada lagi sekat diantara komponen masyarakat Kepri.

Baca Juga  Komitmen Tanggung Jawab Sosial, PGN Raih Penghargaan Top CSR Awards 2021

“Mengingat, karena semua memiliki visi dan misi yang sama, menghadang badai resesi, agar tidak sampai terjadi krisis ekonomi yang akan menyusahkan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Kadin Kepri juga meluncurkan sebuah program ‘Out Of Box’ dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kepri, sekaligus menarik sebanyak-banyaknya investor. Yakni program BBK (Batam, Bintan dan Karimun) Murah.

Dimana dalam program BBK murah ini, investor yang masuk dan melakukan usaha di seluruh wilayah Kepri khususnya di Batam, Bintan dan Karimun akan diberikan gratis sewa lahan sampai dengan 5 Tahun.

Dimana penyediaan lahan gratis ini juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam membuka lapangan kerja seluas-luasnya pasca-pandemi Covid-19 ini.

“Target kita adalah menangkap investasi sebanyak-banyaknya dari luar untuk masuk ke wilayah Provinsi Kepri. Untuk itu, kami sangat berharap Pemerintah Pusat, BP Batam, hingga Pemerintah Daerah bisa mendukung ‘gebrakan’ Kadin Kepri ini,” jelas Ketua Kadin Kepri Akhmad Makruf Maulana.

Baca Juga  Genki Sushi Hadir di Grand Batam Mall

Untuk itu, Kadin Kepri telah menyiapkan lahan seluar 30 hektar di kawasan Kabil Batam dan 2-5 hektar di kawasan Sei Lekop telah disiapkan oleh Kadin Bintan.

Akhmad Makruf Maulana juga menegaskan, ide dari program BBK (Batam, Bintan dan Karimun) Murah sewa lahan gratis lima tahun ini diperuntukan untuk investor yang akan merelokasi perusahaannya dari Cina ke Batam, Bintan dan Karimun.

Dimana penggratisan sewa lahan selama lima tahun ini, sebagai jawaban atas kesulitan investor yang selama ini mencari lahan untuk pembangunan industri. (Iman Suryanto)


DomaiNesia