Home » Agustus 2019, Mega Proyek Marcs Boulevard Diluncurkan di Batam

Agustus 2019, Mega Proyek Marcs Boulevard Diluncurkan di Batam

Trinitiland merambah Batam melalui Marcs Boulevard

IDNNews.id, Jakarta – Trinitiland merambah Batam, Kepulauan Riau. Melalui PT Puri Triniti Batam, pengembang yang baru saja merayakan usia satu dekade ini, akan membangun proyek mixed use bertajuk Marcs Boulevard.

Sebagaimana dilansir Kompas, CEO Triniti Land Ishak Chandra mengungkapkan rencana perusahaan tersebut usai selebrasi 10 tahun, di Jakarta, Minggu (12/5/2019). Menurut Ishak, Marcs Bulevard merupakan proyek kolaborasi dengan Triniti Land memegang porsi kepemilikan mayoritas sekitar 60 persen hingga 70 persen.

Trinitiland merambah Batam melalui Marcs Boulevard

Proyek ini menempati area seluas 23 hektar yang dirancang dalam lima distrik berbeda yakni Paul Marc, Dean Marc, Grant Marc, Will Marc, dan Ollen Marc. Pelaksanaan konstruksi akan dibagi dalam tiga tahap.
Masing-masing tahap membutuhkan waktu pengembangan sekitar empat tahun hingga lima tahun.

Baca Juga  Hasil Liga Europa: AC Milan Lolos 16 Besar

“Kami akan melansir secara resmi proyek ini pada Agustus 2019 mendatang. Ground breaking juga dimulai setelahnya. Sebelum ini, kami telah melakukan pra-penjualan,” ungkap Ishak.

Estimasi nilai pembangunan atau gross development value (GDV) dari proyek ini sekitar Rp 5 triliun hingga Rp 7 triliun.

Dipilihnya Batam sebagai lokasi pengembangan Marcs Boulevard, menurut Ishak, karena kota ini punya beberapa faktor potensial. Pertama, pertumbuhan populasinya demikian tinggi mencapai 8 persen hingga 11 persen per tahun.

Hal ini mendorong kebutuhan atau permintaan akan hunian pun ikut meningkat. Triniti Land meresmikan penyelesaian konstruksi struktur Yukata Suites, Kamis (11/10/2018).

Kedua, pembangunan infrastrukturnya terhitung cepat. Seiring telah ditetapkannya Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan keringanan PPN.

Baca Juga  Hasil Drawing 16 Besar Liga Europa: MU vs AC Milan

Batam, dalam penilaian Ishak, merupakan kota dengan pertumbuhan infrastruktur yang cukup bagus. Tahun 2000-an pamornya sempat melejit, seiring dengan banyaknya industri yang beroperasi di sana. Namun, beberapa tahun setelahnya popularitas Batam merosot tajam karena adanya dualisme kepemimpinan pemerintahan dan bisnis, serta peraturan yang berubah-ubah.

Trinitiland merambah Batam melalui Marcs Boulevard

“Tapi, sekarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memangkan dualisme kepemimpinan tersebut. Sekarang Batam dipegang BP Batam, sebuah otorita yang akan dibantu oleh Pemerintah Kota (pemkot) sebagai ex officio. Ini sangat bagus, akan membuat Batam makin melejit,” papar Ishak.

Ketiga, pertumbuhan kenaikan harga properti residensial di Batam pada Kuartal I-2019, tercatat paling tinggi di antara 16 kota besar (termasuk Jadebotabek) yang disurvei Bank Indonesia (BI). Tak hanya secara kuartalan, di mana Batam mencatat kenaikan harga tertinggi sebesar 2,67 persen, juga secara tahunan dengan pertumbuhan sebesar 4,75 persen.

Baca Juga  Telkomsel dan Mitratel Rampungkan Pengalihan Kepemilikan 6.050 Menara Telekomunikasi

Collins Boulevard, Serpong, Tangerang.(Dokumentasi Triniti Land) Keempat, kata Ishak, pasar properti Batam terbilang unik. Meski Triniti Land menyediakan unit-unit dengan harga terjangkau Rp 400 jutaan untuk pondok vila dan ruko di Distrik Paul marc, namun yang cepat terserap pasar justru unit-unit seharga Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar.

Trinitiland merambah Batam melalui Marcs Boulevard

“Ada yang beli unit penthouse dengan harga tertinggi Rp 5 miliaran. Unit ini habis terjual,” sebut Ishak.

Sejak dilakukan pra-penjualan pada awal tahun hingga April lalu, sebanyak 50 persen dari total 130 unit yang ditawarkan telah terserap.(*/kcm)


DomaiNesia