Home ยป Alami Defisit Anggaran, Dewan Batam Sebut Sulitnya Memberangkatkan Pasien Gangguan Jiwa ke RSJ

Alami Defisit Anggaran, Dewan Batam Sebut Sulitnya Memberangkatkan Pasien Gangguan Jiwa ke RSJ

IDNNews.id, Batam – Minimnya anggaran dalam penanggulangan masyarakat yang mengalami gangguan jiwa (psikosis), membuat Pemerintah Kota Batam khususnya Dinas Sosial mengalami kesulitan dalam hal membawa korban psikosis ke rumah sakit guna menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa di Pekanbaru.

“Padahal kegiatan ini sangat penting dan program ini sudah pernah diusulkan, seharusnya menjadi prioritas utama dan bisa dimasukkan di anggaran perubahan. Saat ini, mereka malah di rumah penduduk, ini kan menjadi masalah,” jelas Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan, Rabu (31/7/2019).

Safari pun menyesalkan tidak adanya respon cepat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD atau SKPD) dalam hal ‘menjolok’ ke institusi terkait, sehingga tidak sampai ‘cair’

Baca Juga  Diduga Lakukan Pemerkosaan, Pasutri di Amankan Sat Reskrim Polres Bukittinggi

“Bahkan DPRD turut mempertanyakan APBD penjabaran disetiap OPD sebelum pembahasan APBD Perubahan. Landasannya apa tidak sepengetahuan DPRD. Itukan ada aturannya untuk penjabaran. Yang mengusulkan itu Bapenglitda harusnya OPD,” tegasnya.

Hal ini diungkapkan saat RDP bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam terkait pembahasan rancangan KUA-PPAS APBD P tahun anggaran 2019 yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Djoko Moelyono, dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, Kepala Dinas Sosial Kota Batam, Hasyimah dan Sekretaris Dinsos, Leo.

Sebagaimana diketahui, sepanjang tahun 2017 angka pasien yang menjalani perawatan di RSJ Tampan mencapai 21.249 orang. Mereka mulai dari usia anak-anak hingga lansia.

Baca Juga  Diduga Lakukan Pemerkosaan, Pasutri di Amankan Sat Reskrim Polres Bukittinggi

Dibandingkan dengan tahun 2016, terjadi peningkatan yang cukup signifikan.

Data yang dihimpun RSJ Tampan, sepanjang tahun 2016 tercatat sebanyak 18.090 orang dengan gangguan jiwa di rawat di RSJ Tampan.

Dimana pasien yang dirawat di RSJ Tampan berasal dari berbagai daerah di Riau, bahkan ada yang dari luar Riau.Mereka ada yang datang diantarkan oleh keluarganya, namun tidak sedikit juga yang diantarkan oleh masyarakat dan dinas sosial.

Meski memiliki kewenangan untuk merawat orang dengan gangguan jiwa dari lapangan, namun Hasneli menegaskan, tidak semua warga yang mengidap gangguan jiwa bisa diambil dan dibawa oleh pihak rumah sakit jiwa untuk diobati. (Iman Suryanto)


DomaiNesia