Home » Anggota DPR Usul Kamar Hotel Dipakai untuk Isolasi Suspect Corona

Anggota DPR Usul Kamar Hotel Dipakai untuk Isolasi Suspect Corona

IDNNews.id, Jakarta – Pemerintah diminta untuk cepat tanggap dalam menangani virus corona. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, Marwan Jafar, menilai saat ini belum semua rumah sakit rujukan siap menampung pasien yang terindikasi covid-19.

Untuk itu, dia pun mengusulkan agar pemerintah bisa menyewa kamar-kamar hotel untuk mengisolasi pasien yang terindikasi (suspect) corona. Hal ini agar pasien suspect tak bercampur dengan pasien biasa lainnya di rumah sakit tersebut. Apalagi, kata dia, saat ini tingkat penghunian kamar hotel di sejumlah wilayah juga rendah.“Kita mengetahui misalnya, belum semua rumah sakit siap benar. Solusinya, kita dapat ‘menyulap’ atau memanfaatkan kamar hotel khusus buat mengisolasi orang dengan terduga virus corona,” ujar Marwan dalam keterangannya, Selasa (17/3).

Baca Juga  Peneliti Core: Peredaran Uang Bakal Tetap Tumbuh Saat Ramadan dan Lebaran

Dia melanjutkan, hal tersebut juga dapat dilakukan di sejumlah daerah yang tercatat memiliki penyebaran virus corona. Tenaga medis, obat, hingga alat kesehatan pun perlu disiapkan di kamar-kamar hotel tersebut. “Ini akan sangat memperlihatkan upaya kesiapan pemerintah mengantisipasi kemungkinan terburuk dan jadi gesture sangat kuat menenangkan warga masyarakat secara psikologis,” katanya.

Baca juga :

Mengutip kumparan, Menurut Marwan, usulan kamar hotel menjadi ruang isolasi bagi pasien suspect corona dilakukan seiring dengan masih dibangunnya rumah sakit khusus pasien virus corona di Pulau Galang, Batam.

“Selain itu pemerintah pusat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah terkait pemanfaatan hotel-hotel, jadi semacam rumah sakit darurat, dengan memberikan insentif tertentu atas alih fungsi tersebut,” kata dia.

Baca Juga  Geostrategis Jadi Pertimbangan Pusat Data Nasional di Batam

Mantan Menteri Desa itu juga mengusulkan pemerintah bisa menyewa pesawat khusus untuk membawa pasien suspect corona ke rumah sakit rujukan. Menurutnya, hal ini juga untuk memanfaatkan armada maskapai yang saat ini sepi penumpang. “Sebagai contoh, ketika musim haji tiba, pemerintah kita juga menyewa pesawat buat mengangkut para jemaah haji Indonesia. Cukup banyak pesawat domestik yang biasa disewa dan bila perlu bisa menyewa pesawat dari luar negeri,” kata dia. Marwan juga meminta pemerintah lebih siap dalam menangani pandemi virus corona. Selain stabilitas ekonomi, permasalahan sosial hingga psikologis masyarakat juga perlu diperhatikan.

“Peta masalah dan pemutakhiran informasi, edukasi menghindari kepanikan, dan terus memperbaiki pemulihan kepercayaan publik. Ini wajib dilakukan sinergis oleh pemerintah,” pungkasnya. (*)


DomaiNesia