Home » Antisipasi Covid-19, Batam Baru Semprot 40 Angkot dengan Disinfektan

Antisipasi Covid-19, Batam Baru Semprot 40 Angkot dengan Disinfektan

IDNNews.id, Batam – Tim Batam Baru ikut mengambil peran mencegah meluasnya wabah corona (Covid-19). Anggota tim Batam Baru bergerak menyemprotkan cairan disinfektan di kurang lebih 40-an angkot di sekitaran Batu Aji.

“Kami tidak ingin membiarkan Pemerintah Kota Batam bekerja sendirian dalam melawan wabah Covid-19, kami percaya senjata untuk melawan Covid-19 adalah Solidaritas dan Kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat, sehingga kami bertekad untuk ikut ambil bagian sesuai porsi kita masing-masing,” kata Gishen Zhangles, Ketua Tim Batam Baru.

Setiap harinya, mayoritas pekerja di Batam menggunakan transportasi angkot menuju tempat kerjanya masing-masing.

Di tengah wabah Covid-19 ini, teman-teman pekerja tetap harus berangkat kerja. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Tim Batam Baru berinisiatif untuk menyemprotkan disinfektan pada kurang lebih 40an angkot.

Baca Juga  Update: Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah

Teman-teman supir angkot kooperatif dengan kegiatan penyemprotan yang dilakukan Tim Batam Baru mereka memarkir angkotnya dan membiarkan Tim Batam Baru melakukan penyemprotan disinfektan.

“Masalah terbesar saat ini adalah, kita tidak bisa mengetahui secara pasti berapa banyak warga dan siapa saja yang terkena corona dan bagaimana penyebarannya. Apalagi kami yang setiap harinya harus beraktivitas di jalan dan kami tidak tahu siapa saja yang naik angkot kami. Kami cukup lega dan senang dengan langkah pencegahan seperti ini dari teman-teman Batam Baru,” ucap salah satu supir angkot.

Selain itu, sopir angkot juga berharap dapat diberi masker ataupun suplemen untuk meningkatkan antibody dalam tahap pencegahan ini.

Baca Juga  Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus Kinerja Gubernur Kepri Ansar Ahmad

Batam merupakan salah satu pintu Indonesia ke luar negeri, sehingga memiliki risiko penyebaran virus yang tinggi.

Selain itu, Batam juga salah satu pusat bisnis yang warganya memiliki mobilitas tinggi dari dan ke negara-negara pandemi corona.

“Saat ini masyarakat harus melakukan pencegahan, mengikuti anjuran para ahli, dan menaati aturan pemerintah, saya mengajak untuk bersama-sama memahami kenapa harus melaksanakan kebijakan menjaga jarak. Kalau bisa di rumah ya di rumah, kalau terpaksa pergi, jangan lupa menggunakan masker, sedia hand sanitizer terutama kalau kita menggunakan transportasi publik,” tutup Rian Ernest. (*)


DomaiNesia