Home » Bandara Hang Nadim Batam Kian Menggeliat. Suwarso: Sudah Ada 13 Penerbangan Setiap Harinya

Bandara Hang Nadim Batam Kian Menggeliat. Suwarso: Sudah Ada 13 Penerbangan Setiap Harinya

IDNNews.id, Batam – Pasca-diperpanjangnya penerapan pembatasan penerbangan di bandara, jumlah penumpang yang akan bepergian di Bandara Hang Nadim Batam kian bertambah.

Dimana perpanjangan pembatasan penerbangan itu sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 05/2020, tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Selain itu, Menteri Perhubungan pun merilis Keputusan Menhub Nomor KM 116 tahun 2020 yang memperpanjang masa berlaku hingga 7 Juni 2020 untuk PM 25/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Kemudian, aturan itu diikuti oleh terbitnya Surat Edaran No. 37/2020 yang memperpanjang pemberlakuan hingga 7 Juni 2020 untuk SE No. 32/2020 tentang Petunjuk Operasional Transportasi Udara untuk Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga  Februari Bertebar Promo di Best Western Premier Panbil

“Sejak ada perpanjangan tersebut, jumlah penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam sudah kain menggeliat,” jelas Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam dan Teknologi Informasi BP Batam Suwarso saat dihubungi awak media, Rabu (3/6/2020).

Yang tadinya hanya 1 hingga 2 penerbangan, tambahnya, saat ini tercatat sudah ada 13 penerbangan. Dengan tiga maskapai yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Citilink.

“Garuda Indonesia ke Jakarta dari Batam, Lion Air ada 4 rute dari Batam dengan tujuannya Pekanbaru, Padang, Jakarta dan Palembang. Serta Citilink ada 7 rute. Diantaranya Batam, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, Medan dan Surabaya. Sehingga totalnya ada 13 penerbangan dalam satu harinya dari Batam,” terangnya.

Baca Juga  Wako Batam Sebut Percepatan Pembangunan Kota Wajib Dilakukan

Sebagaimana diketahui, Pekerja Migran Indonesia yang akan kembali ke daerah asal juga diperbolehkan melakukan perjalanan rute domestik dengan memenuhi terlebih dahulu persyaratan.

Pertama, surat tugas bagi ASN dan TNI/Polri yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat eselon 2. Kedua, surat tugas bagi pegawai BUMN/BUMD/UPT/Satker/organisasi non-pemerintah/lembaga usaha, yang ditandatangani oleh direksi/kepala kantor.

Ketiga, menunjukan surat keterangan uji tes Reverse Transcription – Polymese Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.

Keempat, surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari dokter RS/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR Test/Rapid Test.

Baca Juga  SPBE Pemerintah Kota Batam Masuk Kategori Baik

Kelima, bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui Lurah/Kepada Desa setempat.

Keenam, menunjukkan KTP atau tanda pengenal lain yang sah. Terakhir, melaporkan rencana perjalanan.

Sementara itu, surat keterangan rujukan rumah sakit juga harus dilengkapi bagi pasien atau orang yang anggota keluarga inti sakit keras. Bagi orang yang ingin melakukan perjalanan karena anggota keluarga inti meninggal dunia, diminta melengkapi surat keterangan kematian. (Iman Suryanto)


DomaiNesia