Home » Bank Indonesia Gesa Transaksi Non-Tunai di Masyarakat

Bank Indonesia Gesa Transaksi Non-Tunai di Masyarakat

IDNNews.id, Padang – Maju dan berkembangnya zaman serta teknologi, membuat berbagai pihak mulai melakukan tranformasi dalam berbagai hal. Salah satunya adalah perubahan dalam pembayaran transaksi. Dari tunai menjadi non-tunai.

Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) terus mendorong dan mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang sudah dicetuskan pada 14 Agustus 2014 silam.

Kenapa BI mendukung ini? Bisa dibayangkan biaya distribusi dan peredaran uang tunai dalam satu tahunnya saja mencapai Rp3 Triliun. Belum lagi biaya lain-lainnya. Dan dengan adanya non tunai ini, tidak saja menakan biaya-biaya tersebut akan tetapi juga lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran.

“GNNT ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sistem pembayaran non tunai. Sehingga akan memberikan efek praktis, akses lebih luas, transparasi transaksi hingga membuat perencanaan ekonomi lebih akurat,” kata Muhammad Rezha Ali Khan, Manajer Fungsi Keuangan Inklusif Bank Indonesia di sela-sela kegiatan Capacity Building Kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Sabtu(8/12) pagi.

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Pasca-Pandemi, Pjs Wali Kota Batam Luncurkan Batam Golf 2021

Selain itu, bagi institusi pemerintahan dengan adanya non tunai ini akan lebih meningkatkan transparansi dari transaksi keuangan negara, mencegah dari kejahatan kriminal, mengurangi terjadinya resiko froud dalam pengelolaan uang tunai, pendapatan daerah yang langsung masuk dalam rekening kas daerah serta pengawasan terhadap pemasukan dan pengeluaran lebih mudah.

Dan demi mempermudah layanan keuangan nontunai bagi masyarakat, pemerintah juga telah mengenalkan dua tipe uang elektronik. Satu kartu berbasis chip (e-money) dan yang lainnya adalah uang elektronik terdaftar berbasis server dengan nomor telepon genggam.

Dua jenis uang elektronik ini dibuat untuk menjangkau masyarakat yang belum tersentuh jasa sistem pembayaran dan keuangan formal, maupun yang telah menabung namun belum optimal memanfaatkan layanan keuangan lainnya.

Baca Juga  Sabtu Malam, All New Honda Scoopy Generasi Terbaru Diluncurkan di Kepri

Dalam peredaran uang elektronik, bank bekerja sama dengan agen Layanan Keuangan Digital. Lembaga Keuangan Digital adalah layanan jasa sistem pembayaran dan keuangan yang bekerja sama dengan pihak ketiga, menggunakan sarana dan teknologi berbasis mobile maupun web dalam rangka keuangan inklusif.

Sementara itu, sosialisasi dan penerapan dari transaksi non tunai sendiri, saat ini sudah dilakukan di beberapa wilayah di Provinsi Kepri. Seperti di Batam dan Tanjungpinang. Jika komunitas dan gaya hidup nontunai ini sudah meluas, maka beban bank sentral dalam mencetak serta mengendalikan peredaran uang di masyarakat akan berkurang. Bagaimana menurut anda? Masih menggunakan uang tunai? (Iman Suryanto)


DomaiNesia