Home » Bantu Bersihkan Sisa Banjir Bandang, Polres Solok Kota Terjunkan Kendaraan Water Canon

Bantu Bersihkan Sisa Banjir Bandang, Polres Solok Kota Terjunkan Kendaraan Water Canon

IDNNews.id, Solok – Banjir bandang melanda kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok Kamis (6/9) malam. Banjir yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB tersebut, setidaknya merendam tiga nagari, Muaro Paneh, Kinari dan Perambahan.

IDNNews.id/Nofri

Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan satu warga meninggal dunia. Untuk membersihkan akses jalan yang terendam lumpur dan material sampah, Polres Solok Kota menurunkan satu unit water canon.

Informasi yang dihimpun, banjuir dilaporkan mulai meluap dari Batang Lembang sekitar pukul 20.30 Wib. Daerah yang paling awal terendam kawasan Lubuek, Jorong Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh. Kemudian diikuti kawasan Jorong Balaipinang dan kawasan jorong koto Kaciek.

IDNNews.id/Nofri

Akibat peristiwa tersebut, ratusan rumah warga terendam banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 40 centimeter hingga 1,5 meter.

Baca Juga  Hasil Liga Europa: AC Milan Lolos 16 Besar

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan didampingi Wakapolres Solok Kota Kompol Sumintak, Kasat Sabhara AKP Poniman dan Kapolsek Bukit Sundi Iptu Defrianto yang turun langsung ke lokasi, mengatakan sejumlah warga dievakuasi petugas lantaran terjebak di rumah masing-masing.

IDNNews.id/Nofri

Warga dievakuasi ke masjid dan rumah warga lain yang posisi lebih tinggi dan tidak terdampak banjir parah. Aliran listrik sengaja dimatikan untuk menghindari korsleting.

“Air mulai surut sekitar pukul 01.00 WIB. Warga langsung membersihkan rumah dan barang-barang. Pagi tadi, kita menurunkan satu unit water canon, untuk membersihkan akses jalan dari lumpur dan sampah,” ungkapnya.

Terkait satu warga yang tewas akibat musibah ini, Kapolsek Bukit Sundi Iptu Defrianto menyatakan warga Balai Pinang, Nagari Muaro Paneh tersebut diduga syok dan terkejut saat banjir melanda rumahnya.

Baca Juga  Bupati Bintan Apri Sujadi Menghilang Setelah Dilantik?

Saat itu, menurut Defrianto, korban kaget dengan kondisi rumah yang sudah terendam banjir. “Korban sudah dimakamkan siang tadi,” ujarnya.

IDNNews.id/Nofri

Berdasarkan data sementara, hingga berita ini diturunkan setidaknya total sekitar 421 rumah dilaporkan terdampak banjir. Mayoritas rusak ringan. Ratusan hektar areal pertanian rusak, sejumlah sekolah dan sarana ibadah juga terkena banjir.

“Sejak pagi, kita melaksanakan gotong royong bersama warga membersihkan masjid, MDA, sekolah dan fasilitas umum lainnya. Kita juga bekerja sama dengan BPBD, Tagana, ormas, OKP dan masyarakat dalam penanganan pasca banjir ini,” ungkap Defrianto. (Nof)


DomaiNesia