Home » Baru Tiga Perusahaan Berkonsultasi ke Bea dan Cukai Batam terkait PMK 229/2018

Baru Tiga Perusahaan Berkonsultasi ke Bea dan Cukai Batam terkait PMK 229/2018

IDNNews.id, Batam – Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata menyebutkan baru tiga perusahaan yang berkonsultasi ke institusinya terkait Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 229 tahun 2018, tentang tata cara pengenaan tarif bea masuk atas barang impor berdasarkan perjanjian atau kesepakatan internasional.

Meski sudah berkonsultasi, namun tiga perushaan tersebut belum melakukan proses lebih lanjut terkait permohonan untuk mendapatkan Free Trade Agreements (FTA).

“Baru tiga perusahaan yang bertanya dan berkonsultasi terkait itu, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya dari perusahaan tadi,” jelasnya Susila Brata saat ditemui IDNNews.id di ruangan kerjanya, Selasa (23/10).

BACA: Sembunyikan Sabu di Selangkangan, Warga asal Majalengka Ini Diamankan Petugas Bea dan Cukai

Sebagaimana diketahui, PMK tersebut mengatur peniadaan bea masuk ke dalam wilayah pabean dari kawasan nonpabean. Dan didalamnya juga mengatur tentang FTA secara keseluruhan.

Baca Juga  Rekonstruksi Pembunuhan Janda di Tanjungpinang, Ada 36 Adegan Diperagakan

Untuk mendapatkan FTA ini sendiri, jelasnya, sangatlah mudah dan cepat. Tinggal melengkapi dengan data-data perusahaan yang dibutuhkan dan membawa permohonan ke Kantor Bea dan Cukai.

BACA: Patroli Bea dan Cukai Tegah Penyelundupan Sabu 1.043 Gram di Tanjungpiayu

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata

“Setelah disetujui, maka diminta untuk membangun sistem IT Inventory yang nantinya akan dihubungkan ke kantor Bea dan Cukai untuk dimonitor apa-apa saja bahan baku yang diimpor oleh perusahaan tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan, akan membantu kesulitan para perusahaan tersebut dalam membangun Sistem IT Inventory.(Iman Suryanto)


DomaiNesia