Home » Batam Bakal Manfaatkan Kelonggaran Lockdown di Singapura, Asalkan …

Batam Bakal Manfaatkan Kelonggaran Lockdown di Singapura, Asalkan …

Wali Kota Batam HM Rudi
Wali Kota Batam HM Rudi

IDNNews.id, Batam – Momen pasca-lockdown yang akan dilakukan oleh Singapura pada Juni 2020, diharapkan bisa menjadi pemicu untuk menumbuhkembangkan perekonomian Batam.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Batam HM Rudi saat ditemui awak media di Alun-alun Engku Putri Batam Center pada Rabu (6/5/2020) pagi.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada semua pihak untuk bisa bersama-sama mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Batam.

“Dengan adanya kerjasama yang baik diharapkan Pendemi Covid-19 ini bisa cepat berlalu, dan Batam diharapkan bisa menampung masyarakat Singapura yang ingin berwisata usai Covid-19 mereda,” jelasnya

Wali Kota Batam HM Rudi
Wali Kota Batam HM Rudi

Dilonggarkannya lockdown di Singapura, kata Rudi lagi, menandakan akan ada gerak perekonomian di sana.

“Kondisi tersebut harus bisa dimaksimalkan dengan melibatkan Batam di dalamnya, terutama untuk sektor industri dan pariwisata,” jelasnya.

Baca Juga  Lebih 'One Stop Service', Bank Bukopin Bangun Sistem Informasi Pendidikan Sekolah

Sebagaimana diketahui, Singapura berencana melonggarkan secara bertahap karantina wilayah atau lockdown untuk memutus rantai penyebaran virus corona dalam beberapa pekan ke depan.

Beberapa tempat kerja juga akan diizinkan untuk dibuka kembali secara bertahap dengan mempertimbangkan kepentingan ekonomi, rantai pasokan, dan kemampuan untuk meminimalkan risiko penularan.

Singapura menghadapi resesi terdalam sejak 1955 akibat pembatasan untuk memutus penyebaran virus corona yang akan berlangsung hingga 1 Juni dan meliputi penutupan sebagian besar tempat kerja dan toko.

“Kami sedang mempersiapkan dimulainya kembali kegiatan ekonomi agar masyarakat tetap aman secara bertahap, setelah berakhirnya masa pembatasan pada 1 Juni 2020,” tulis Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah pernyataan resminya, Sabtu (2/5/2020).

Baca Juga  Ini Dia Keunggulan dan Kecanggihan Dari All New Honda Scoopy 2020

Singapura saat ini memiliki jumlah kasus infeksi tertinggi di Asia Tenggara, terutama akibat penyebaran virus yang terjadi di asrama pekerja migran. Namun, negara pusat keuangan Asia itu telah berhasil meredam penyebaran penyakit di antara penduduk lokal di luar asrama.

Jumlah kasus positif virus corona di Singapura bertambah 477 orang pada Sabtu (2/5) menjadi 17.548 orang. Tambahan kasus tersebut merupakan yang terendah dalam dua minggu terakhir. Sementara total kematian akibat Covid-19 di negara tersebut tercatat sebanyak 16 orang. (iman/*)


DomaiNesia