Home ยป BC: Jika Terbukti Mengandung B3, Limbah Plastik Harus Dikembalikan ke Negara Asal

BC: Jika Terbukti Mengandung B3, Limbah Plastik Harus Dikembalikan ke Negara Asal

Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam, sekitar pukul 14.00 WIB, kembali melakukan melakukan pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga memuat limbah plastik dan mengandung berbahaya dan beracun (B3) di Dermaga Bongkar Muat Pelabuhan BAtu Ampar, Rabu (19/6/2016).

IDNNews.id, Batam – Pasca-melakukan pemeriksaan terhadap puluhan kontainer yang diduga berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Ditjen Bea dan Cukai Batam bersama tim gabungan akan mengumumkan hasil uji sampel dari pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan .

“Hasil dari uji laboratoriumnya akan kita umumkan dalam beberapa hari ke depan,” kata Kepala Seksi Penindakan Kantor Bea dan Cukai (BC) Batam Febian Cahyo Wibowo. 

Ia juga mengatakan sebelumn diumumkan,tentunya hasilnya terlebih dahulu akan diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup. Dan jika limbah plastik tersebut diketahui mengandung B3, maka sesuai peraturan harus dikembalikan ke daerah asal dengan batas waktu 90 hari semenjak barang itu tiba.

Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam, sekitar pukul 14.00 WIB, kembali melakukan melakukan pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga memuat limbah plastik dan mengandung berbahaya dan beracun (B3) di Dermaga Bongkar Muat Pelabuhan BAtu Ampar, Rabu (19/6/2016).
Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam, sekitar pukul 14.00 WIB, kembali melakukan melakukan pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga memuat limbah plastik dan mengandung berbahaya dan beracun (B3) di Dermaga Bongkar Muat Pelabuhan BAtu Ampar, Rabu (19/6/2016).

“Batas waktunya 90 hari setelah barang tersebut terbukti mengandung B3. Dan diharuskan dikirim balik ke daerah asal limbah tersebut berasal,” jelas lagi.

Sebagaimana diketahui, sesuai manifes Dari puluhan kontainer tersebut diketahui berasal dar Amerika dan Eropa. Dan terdiri dari sampah rumah tangga hingga sampah farmasi. Dimana hal ini terbukti adanya temuan botol untuk obat-Batan.

Sementara Itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozi menuturkan jika sampah dalam kontainer mengeluarkan bau menyengat.

“Kita lihat dan rasakan isi kontainer mengeluarkan bau, cuma (detektor) belum menemukan radiaktif, untuk hasil kita tunggu hasil lab bea cukai,” tutur dia.

Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam, sekitar pukul 14.00 WIB, kembali melakukan melakukan pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga memuat limbah plastik dan mengandung berbahaya dan beracun (B3) di Dermaga Bongkar Muat Pelabuhan BAtu Ampar, Rabu (19/6/2016).
Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam, sekitar pukul 14.00 WIB, kembali melakukan melakukan pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga memuat limbah plastik dan mengandung berbahaya dan beracun (B3) di Dermaga Bongkar Muat Pelabuhan BAtu Ampar, Rabu (19/6/2016).

Sebelumnya dalam pernyataan sikap, pengusaha yang tergabung dalam Aexipindo Batam membantah telah mengimpor sampah yang mengandung B3 ke Batam.

Asosiasi menganggap isi dari 65 kontainer yang didatangkan dari Inggris, Kanada, Amerika dan Australia serta sejumlah negara Eropa lainya bukan dari limbah melainkan bahan baku.

Impor bahan plastik ini telah sesuai dengan Permendag Nomor 31 Tahun 2016 yang mengatur tata cara impor bahan baku limbah non B3. Impor barang tersebut juga sudah melalui proses yang panjang mulai dari membuka Purchase Order, Sucofindo, Infeksi dan pembayaran. (Iman)

Baca Juga  Jajaran Polda Kepri Turut Meriahkan Hari Santri Nasional melalui Pengamanan

DomaiNesia

Berita Terkait