Home » Bea dan Cukai Batam Musnahkan 109,5 Ton Barang Hasil Penindakan

Bea dan Cukai Batam Musnahkan 109,5 Ton Barang Hasil Penindakan

IDNNews.id, Batam – Sebanyak 109,5 Ton Barang Milik Negara (BNN) yang merupakan hasil penegahan dan penindakan kepabeanan selama tahun 2016 hingga 2017 dimusnahkan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam (KPU BC) Kamis(13/12).

Pemusnahan tersebut, sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam atas nama Manteri Keuangan.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Bea dan Cukai Kota Batam, Sumarna saat dihubungi IDNNews.id membenarkan hal tersebut. Ia pun merinci, BMN yang dimusnahkan tersebut, Terdiri dari beras dan gula yang tidak dapat digunakan/dimanfaatkan kembali karena sudah dalam kondisi weak/busuk.

“Dari total tersebut, diketahui BMN yang dimusnahkan terdiri dari beras sebanyak 89,95 ton dan gula sebanyak 19,1 ton, dengan masing masing perkiraan nilai barang untuk beras adalah Rp. 879.480.000 dan untuk gula adalah Rp. 172.625.000,” jelasnya.

Baca Juga  Bawa Banyak Kardus, KPK Geledah Ruangan Bupati dan Wakil Bupati Bintan

Dari jumlah tersebut, tambahnya, nilai perkiraan kerugian negara untuk beras adalah Rp. 201.470.063 dan untuk gula adalah Rp. 40.308.500.

Barang-barang tersebut ditegah dikarenakan melanggar UU Nomor 10 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan yang terdapat pada pasal 53 (4) jo Pasal 68 “barang yang dilarang atau dibatasi yang tidak diberitahukan atau diberitahukan tidak benar”, serta pasal 68 (1 b) jo. Pasal 17 (1) “barang dan/atau sarana pengangkut yang dltegah oleh pejabat BC”, dan Pasal 69 (c) “barang yang dikuasai negara yang merupakan barang larangan atau pembatasan’.

Dalam PMK No. 62 Tahun 2011 juga dijelaskan mengenai penyelesaian barang yang mudah rusak atau busuk sebagaimana diatur dalam pasal 3 “BTD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) yang: a. busuk, segera dimusnahkan”.

Baca Juga  Tim KPK Geledah Kantor BP Bintan

“Pemusnahan dilakukan dengan penimbunan dengan tujuan agar tidak dapat dimanfaatkan kembali dan mencegah pencemaran lingkungan,” jelasnya. (Iman Suryanto)


DomaiNesia