Home » Berawal Kecurigaan Warga, Polisi Ungkap Penculikan Anak

Berawal Kecurigaan Warga, Polisi Ungkap Penculikan Anak

IDNNews.id, Batam – Berawal dari kecurigaan warga akan hadirnya warga di permukiman mereka, dan terindikasi korban penculikan sebagaimana tersebar dalam media sosial membuat warga melaporkan hal tersebut ke aparat kepolisian.

Berbekal hal tersebut, petugas pun langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan serta berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara, untuk mengungkap laporan tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, setelah dikonfirmasi ke Polres Jakarta Utara bahwa benar bahwa telah ada Laporan Polisi di Jakarta Utara dengan nomor : LP/08/B/II/2020/PMJ/RESJU.

“Tim pun langsung melakukan pengeledahan di rumah yang ada di kawasan Sagulung dan ditemukan 2 orang diduga pelaku penculikkan, serta beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI)yang akan diberangkatkan ke Malaysia,” jelas Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK. didampingi Wadansat Brimob Polda Kepri AKBP Dwi Yanto Nugroho S.IK, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

“Selanjutnya Sat Brimob Polda Kepri berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Kepri untuk tindak lanjut berikutnya,” jelas Wadansat Brimob Polda Kepri.

Pengungkapan tindak pidana penculikkan dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia illegal dapat terungkap berkat kordinasi dan kerjasama yang baik antar Polres Jakarta Utara, Sat Brimob Polda Kepri dan Ditreskrimum Polda Kepri.

Diduga korban penculikan tersebut berasal dari Pademangan, Jakarta Utara, korban seorang anak Inisial V, jenis kelamin perempuan berusia 13 Tahun yang dibawa oleh dua pelaku berinisial PM (19) dan MD (20) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah korban.

“Setelah dilakukan pengembangan bahwa ada tindak pidana lain yang terjadi, yakni penampungan Pekerja Migran Indonesia illegal di Kavling Saguba, Sungai binti Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, sebanyak 7 korban Pekerja Migran Indonesia lainnya yang akan dikirim ke Malaysia berhasil diselamatkan di lokasi tersebut,” jelas Dirreskrimum Polda Kepri

Baca Juga  KPK: Persoalan Lahan di Batam Seperti 'Benang Kusut'

Pelaku melakukan dugaan tindak pidana penempatan PMI secara ilegal, dengan cara melakukan pengurusan serta menyediakan rumah penampungan untuk para PMI Illegal dengan tujuan, memperoleh keuntungan yaitu mendapatkan bayaran yang diperoleh dari hasil mengurus proses keberangkatan PMI secara ilegal ke Malaysia untuk dipekerjakan sebagai Cleaning Service (petugas kebersihan) di kawasan perumahan.

“Dimana dari kegiatan tersebut pelaku biasanya mendapat keuntungan dari agen di Malaysia sebesar 7.000 Ringgit Malaysia dan penempatan PMI secara ilegal oleh tersangka EB alias Enos sudah dilakukan selama 2 tahun,” tutur Ditreskrimum Polda Kepri.

Barang bukti yang diamankan 3 Paspor, 1 unit Handphone, 1 Buku Tabungan, 4 lembar bukti penarikan uang di ATM, dan 2 Kartu ATM.

Tersangka penempatan dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia secara illegal dikenakan pasal 81 dan atau pasal 83 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 15 miliar.

Dan untuk pelaku penculikkan dikenakan pasal Pasal 332 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

“Dihimbau kepada masyarakat yang ada di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam, apabila dilingkungan tempat tinggalnya ada ditemukan kegiatan atau upaya perekrutan untuk dipekerjakan keluar negeri secara illegal, hendaknya segera melakukan kordinasi dan sampaikan informasi tersebut ke aparat terkait seperti, RT, RW, Lurah dan Bhabinkamtibmas yang ada di daerahnya,” jelas Kasubbid Penmas Polda Kepri. (*)


DomaiNesia

Berita Terkait