Home ยป BP Batam Bakal Sosialisasikan Kouta Barang Import

BP Batam Bakal Sosialisasikan Kouta Barang Import

IDNNews.id, Batam – Sebagai bentuk mengenalkan kouta barang import, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat luas, khususnya pengusaha.

Dimana sosialisasikan kuota induk barang import penunjang industri ini, tetuang dalam Peraturan Kepala (Perka) dan telah ditandatangani oleh Kepala BP Batam, HM Rudi.

“Hal ini terbilang disengaja, sebagai bentuk akuntabilitas dari tata cara pengiriman barang tersebut. Dimana dasar menetapkan kuota barang impor konsumsi ini, berdasarkan realisasi impor tahun lalu, pertumbuhan ekonomi, inflasi dan juga partisipasi dari importir di KPBPB Batam,” tegas Deputi III Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad.

Sehingga hal-hal yang harus harus disampaikan detil impornya, HS Codenya dan jumlah barang impor yang akan dimasukkan ke Batam.

Baca Juga  Resto Kale Green Bantu Jaga Imunitas melalui Makanan Sehat

“Inilah nantinya yang menjadi acuan kuota impor barang konsumsi,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, mencegah adanya gangguan pada proses industri yang ada di Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pelayanan Lalin dan Penanaman Modal menargetkan penyusunan kuota induk barang penunjang industri selesai pada akhir Januari 2020 ini. Pasalnya kuota induk ini harus diselesaikan sesegera mungkin.

Direktur Pelayanan lalu lintas (lalin) dan Penanaman Modal BP Batam, Purnomo Andiantono menyebutkan, dari 800 perusahaan, baru sekitar 200 perusahaan saja yang berpartisipasi memberikan kuota kebutuhan mereka.

Demikian juga dengan harmonized system (HS) code, saat ini baru ada sekitar 1.900 HS code yang diberikan, padahal pada 2019 lalu BP Batam menerima 2.900 HS code.

Baca Juga  SPBE Pemerintah Kota Batam Masuk Kategori Baik

“Sebenarnya kita sudah minta partisipasi dari bulan November lalu dari perusahaan, tapi itu juga belum maksimal, mungkin masih dengan kesibukan di akhir tahun,” ujar Andiantono di Gedung Balairungsari BP Batam pada Kamis (16/1/2020).

Sementara itu terkait dengan list HS code ini, besarannya memang tidak tetap. Bisa lebih banyak atau lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2019 lalu, dari 2.900 barang yang masuk dalam list HS code, tidak semuanya terpakai.

Ia mengatakan sebenarnya telah berkoordinasi dengan para pengusaha untuk segera menyerahkan list barang yang diperlukan untuk masuk dalam kuota induk ini sejak November 2019 lalu.

Hanya saja, baru sedikit perusahaan yang berpartisipasi memberikan list kebutuhan mereka, sehingga prosesnya menjadi terhambat.

Baca Juga  Dukung Efisiensi UMKM, PGN Layani Produsen Roti di Dumai

Ia menambahkan terkait dengan target capaian BP Batam untuk tiga bulan pertama di 2020 ini, Andiantono mengaku belum bisa memberikan informasi secara detail. Namun ia menjelaskan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat perihal target tersebut. (Iman)


DomaiNesia