Cabai Merah dan Bawang Picu Inflasi di Kepri hingga O,15 Persen di Oktober 2020 - IDNNews
Home » Cabai Merah dan Bawang Picu Inflasi di Kepri hingga O,15 Persen di Oktober 2020

Cabai Merah dan Bawang Picu Inflasi di Kepri hingga O,15 Persen di Oktober 2020

IDNNews.id, Batam – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri (Kepri) kembali merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri di Bulan Oktober 2020.

Secara bulanan, IHK Kepri di Oktober 2020 mengalami inflasi sebesar 0,15% (mtm) atau meningkat dibandingkan September 2020 yang mengalami deflasi sebesar 0,15% (mtm).

Berdasarkan keterangan resmi yang di keluarkan oleh TPID Kepri, diketahui komoditas utama penyumbang inflasi berasal dari cabai merah, ikan selar dan bawang merah.

Inflasi

“Sementara itu, IHK Nasional tercatat mengalami inflasi sebesar 0,07% (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,05% (mtm),” tulisnya.

Secara tahunan, Kepri mengalami inflasi sebesar 0,45% (yoy), meningkat dibandingkan September 2020 yang mengalami inflasi sebesar 0,10% (yoy).

Dengan demikian, pada Oktober 2020 inflasi Kepri secara tahunan lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional sebesar 1,44% (yoy) dan masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi tahun 2020 sebesar 3 ± 1% (yoy).

Baca Juga  Buntut Ucapan Sepihak, Sesepuh Masyarakat Nias Tarik Dukungan dari Paslon di Pilkada Kepri

Inflasi di Kepri pada Oktober 2020 bersumber dari peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,08% (mtm) yang utamanya didorong oleh peningkatan harga cabai merah, ikan selar dan bawang merah.

Peningkatan harga cabai merah dan bawang merah terjadi seiring dengan masuknya musim penghujan yang mempengaruhi pasokan akibat terganggunya proses pasca produksi di wilayah sentra produsen.

“Adapun peningkatan harga ikan selar, dipengaruhi oleh masuknya periode angin musim utara yang menyebabkan terbatasnya kegiatan melaut sehingga mengurangi hasil tangkapan ikan oleh nelayan,” jelasnya.

Secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,13% (mtm) dan 0,37% (mtm).

Baca Juga  Kelola Potensi SDA, Soerya Respationo: Peningkatan SDM Sebuah Keharusan

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,41% (yoy) dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,77% (yoy).

Komoditas utama penyumbang deflasi di Kota Batam adalah cabai merah, ikan selar dan bawang merah.

Sementara itu, komoditas utama penyumbang inflasi di Kota Tanjungpinang adalah cabai merah, angkutan udara, dan bawang merah.

Memasuki bulan November 2020, inflasi di Kepri diperkirakan masih terkendali pada kisaran yang rendah.

Namun demikian, terdapat beberapa risiko inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain peningkatan curah hujan yang berpotensi mendorong kenaikan harga pada komoditas bahan pangan terutama komoditas sayuran, gangguan cuaca (gelombang laut yang tinggi) menjelang akhir tahun dapat menghambat distribusi logistik dan bahan pangan. Serta masih berlanjutnya peningkatan harga emas.

Baca Juga  Hasil Drawing Putaran Final UEFA Nations League Musim 2020/21

Oleh karena itu upaya pengendalian inflasi oleh TPID pada Oktober 2020 akan difokuskan pada upaya menjaga kelancaran distribusi dan memastikan Kecukupan/Ketersediaan Pasokan disamping membangun kemandirian produksi pangan.

Guna menjaga kelancaran pasokan dan ketersediaan barang, TPID akan menjalin kerjasama antar daerah dalam rangka pengendalian inflasi.

Upaya lain yakni mendorong pemasaran bahan pangan secara online antara lain melalui Aplikasi Bakulan Batam dan Gerai Tani Online Tanjungpinang.

“Pemasaran secara online tersebut diharapkan dapat mengefisienkan tata niaga bahan pangan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional,” tulisnya lagi. (Rilis)


DomaiNesia