Home » Cara Jitu BP Batam Menjaga Daerah Resapan Air, Hadjad Widagdo: Gunakan ‘Heartware’

Cara Jitu BP Batam Menjaga Daerah Resapan Air, Hadjad Widagdo: Gunakan ‘Heartware’

IDNNews.id, Batam – Ketersediaan air baku di Pulau Batam, kiranya harus menjadi perhatian bersama. Mengingat, Kota Batam hanya mengandalkan air baku yang berasal dari hujan yang ditampung dalam lima waduk. Salah satunya Waduk Duriangkang.

Dan Waduk Duriangkang saat ini menjadi ‘tulang punggung’ dalam menopang 70 persen kebutuhan air bagi warga Batam. Terbatasnya sumber air baku membuat pemerintah melalui BP Batam sangat menjaga ketersediaan air baku.

Salah satunya, dengan menjaga Daerah Tangkapan Air (DTA) atau Catchment area. Mengingat, keberadaan waduk di Batam tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan lain, apalagi dapat mempengaruhi kualitas air ataupun menggangu fungsi Catchment area itu sendiri.

Untuk itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Manager Air Baku, Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Hadjad Widagdo memiliki langkah jitu untuk mengantisipasi dan meminimalisir banyaknya aksi-aksi ilegal yang muncul di sekitar DTA.

Selain melakukan penertiban secara berkala di kawasan DTA, BP Batam juga secara konsisten menyosialisasikan menjaga lingkungan di sekitar Catchment Area Waduk dengan cara heartware atau Hati dan perasaan

“Dengan sosialisasi menggunakan heartware, diharapkan semua hal dan kepentingan yang pada akhirnya akan merusakan lingkungan di DTA bisa diminimalisir. Kita akan sentuh ‘hati’ masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan,” terang Hadjad Widagdo.

Mengingat, tambahnya, dengan menjaga lingkungan dan tidak melakukan aksi-aksi ilegal di kawasan DTA secara langsung akan memberikan dampak positif. Dimana Air bukan saja kepentingan pribadi atau sekelompok orang saja, akan tetapi merupakan hak bersama.

“Air ini, bukan hanya hak setiap orang saja, akan tetapi hak bersama. Sehingga dengan bisa menjaga SDA ini, maka akan membuat kualitas air menjadi baik. Mengingat Batam memiliki keterbatasan air baku. jika tidak dijaga maka akan sangat berbahaya nantinya,” terangnya.

Baca Juga  Danlantamal IV Terima Kunjungan Kerja Direktur KPLP Ditjen Hubla

Sebagaimana diketahui, kondisi Batam yang tidak memiliki sumber daya air yang melimpah, cukup rentan mengalami kekeringan. Waduk-waduk yang aktif saat ini bisa dilihat secara kasat mata, level permukaan air mulai mengalami penurunan, ketersediaan air bersih tetap harus sama-sama dijaga.

Masih berbekas diingatan saat Batam dilanda musim kemarau beberapa tahun silam, waduk mengalami kekeringan dan penggiliran air terpaksa dilakukan rationing. Bahkan Waduk Sei Harapan sudah dua kali mengalami penggiliran yakni tahun 2015 dan 2019.

BP Batam bersama sejumlah perusahaan cukup aktif melakukan upaya konservasi di wilayah DTA sejumlah waduk di Batam, terutama di Waduk Duriangkang. BP Batam bahkan melakukan program pembersihan puluhan ton eceng gondok yang menutupi permukaan waduk terbesar di Batam tersebut. (Iman Suryanto)


DomaiNesia

Berita Terkait